Kecerdasan Buatan dan Jejaring Profesional Jadi Kunci Daya Saing Generasi Muda

FAJARLAMPUNG.COM, Perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat menuntut generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan tidak hanya bergantung pada ijazah akademik. Di tengah berkembangnya kecerdasan buatan atau _Artificial Intelligence_ (AI), mahasiswa dinilai perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman agar mampu beradaptasi terhadap perubahan dan tetap memiliki daya saing di masa depan.

Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Andi Nusawarta, M.Kes., Sp.OT.Subsp.Sports Injury (K), menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk pola kerja dan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. Karena itu, generasi muda perlu membangun kesiapan sejak dini melalui proses reskilling atau peningkatan keterampilan baru.

“Perkembangan teknologi digital sudah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk pola kerja dan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. Karena itu, generasi muda perlu membangun kesiapan sejak dini melalui proses reskilling atau peningkatan keterampilan baru. Kemampuan memahami teknologi juga perlu diimbangi dengan kemampuan membaca peluang dan memahami kebutuhan pasar yang terus berubah,” ujarnya dalam Pidato Milad ke-45 UMY, Sabtu (16/5), di UMY Student Dormitory.

Selain mendorong penguasaan keterampilan digital, dr. Andi juga mengingatkan pentingnya membangun pola pikir mandiri dan kreatif sejak masa kuliah. Ia menilai mahasiswa tidak harus selalu menunggu pekerjaan formal setelah lulus, tetapi dapat mulai mengembangkan peluang usaha dari kemampuan yang dimiliki.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital justru membuka banyak peluang baru bagi generasi muda untuk berkarya dan memperoleh penghasilan. Mahasiswa dapat memulai dari hal sederhana, seperti membantu pelaku UMKM membuat konten media sosial, menjadi reseller, maupun memanfaatkan sistem pre-order untuk membangun usaha dengan modal terbatas.

“Cari penghasilan jangan selalu menunggu kerja kantoran. Kalau modal masih terbatas, jual dulu skill yang dimiliki. Anak muda sekarang punya banyak peluang untuk berkembang, apalagi dengan dukungan teknologi digital. Yang penting jangan mudah ikut tren tanpa arah atau sekadar fomo, tetapi fokus membangun kemampuan dan pengalaman,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Andi menilai kemampuan membangun jejaring juga menjadi hal penting yang perlu dimiliki generasi muda di tengah persaingan yang semakin terbuka. Menurutnya, relasi yang luas dapat membuka berbagai peluang baru, baik dalam pengembangan karier, bisnis, maupun kolaborasi di masa depan.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti komunitas kreatif, seminar, maupun workshop yang dapat memperluas wawasan sekaligus membangun koneksi dengan banyak orang.

“_Network is your net worth_. Karena itu, jangan pilih-pilih dalam bersilaturahmi dan jangan malu untuk menyampaikan ide. Dunia tidak akan tahu kita punya kemampuan kalau kita hanya diam. Anak muda harus berani bicara, percaya diri, dan terus belajar dari orang-orang yang memiliki pengalaman lebih tinggi,” tegas dr. Andi. (lsi)

Sumber : Humas Umy