Kasdim Wonosobo Pimpin Acara Penyambutan Prajurit Usai Operasi Pengamanan Perbatasan Papua

FAJARLAMPUNG.COM, Wonosobo – Kodim 0707/Wonosobo menyambut kepulangan dua prajurit, Sertu Anton Sujarwo dan Sertu Martinus, usai menuntaskan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG selama setahun.
‎
‎Tradisi penyambutan berlangsung pada Jumat (16/10/2026), sebagai bentuk penghormatan satuan terhadap dedikasi prajurit yang telah menjalankan tugas operasi di wilayah Papua.
‎
‎Acara dipimpin Kasdim 0707/Wonosobo Mayor Arh Siswoto Nur Harjo, yang menyampaikan apresiasi atas loyalitas, keberanian, serta semangat pengabdian kedua personel selama bertugas.
‎
‎“Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Kodim 0707/Wsb, saya mengucapkan selamat datang kembali di satuan,” ujar Siswoto dalam sambutannya.
‎
‎Ia menegaskan, keberhasilan menyelesaikan penugasan dengan selamat merupakan kebanggaan bagi satuan, sekaligus bukti komitmen prajurit menjalankan amanah negara.
‎
‎“Saya menyampaikan rasa bangga yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan semangat juang yang saudara tunjukkan selama bertugas,” katanya.
‎
‎Sertu Anton Sujarwo dan Sertu Martinus sebelumnya tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 403/WP untuk menjalankan pengamanan perbatasan selama kurang lebih satu tahun.
‎
‎Penugasan tersebut menjadi bagian dari pengabdian prajurit TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan, sekaligus menjalankan tanggung jawab kepada bangsa dan negara.
‎
‎Menurut Siswoto, kepulangan kedua prajurit dalam keadaan lengkap dan selamat menjadi hal yang patut disyukuri bersama oleh seluruh keluarga besar Kodim Wonosobo.
‎
‎Ia berharap pengalaman selama bertugas dapat menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas berikutnya.
‎
‎“Pengalaman berharga, keberhasilan di medan tugas, maupun pelajaran dari kendala yang dihadapi diharapkan menjadi modal meningkatkan profesionalisme keprajuritan ke depan,” tegasnya.
‎
‎Kasdim juga mengingatkan bahwa keberhasilan menjalankan tugas operasi tidak terlepas dari dukungan keluarga yang senantiasa memberikan doa serta kekuatan selama penugasan berlangsung.
‎
‎“Sampaikan salam hormat dan terima kasih saya kepada keluarga di rumah atas doa dan kesabarannya selama saudara ditinggal bertugas,” pesan Siswoto.
‎
‎Ia berharap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh prajurit dalam menjalankan pengabdian demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
‎
‎“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati dan melindungi setiap langkah pengabdian kita kepada bangsa dan negara Indonesia tercinta,” tuturnya.
‎
‎Sementara itu, Sertu Anton Sujarwo mengaku senang dan bangga memperoleh kesempatan menjalankan tugas pengamanan perbatasan, meskipun selama ini bertugas di satuan kewilayahan.
‎
‎“Ini menjadi kebanggaan saya dan keluarga, karena walaupun sudah bertugas di kewilayahan, saya masih mendapatkan kepercayaan mengikuti operasi,” ungkap Anton.
‎
‎Ia menjelaskan, kesempatan bergabung dengan personel batalyon yang lebih muda menjadi pengalaman tersendiri sekaligus peluang untuk berbagi pengetahuan selama menjalankan tugas.
‎
‎“Biasanya kalau sudah bertugas di Kodim, jarang sekali diikutkan tugas operasi. Karena itu, kesempatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” katanya.
‎
‎Anton menilai, pengalaman bertugas bersama prajurit batalyon memberikan kesempatan untuk saling mendukung, memperkuat kekompakan, dan menjaga kesiapan personel dalam menghadapi tantangan operasi.
‎
‎“Justru kami bisa membina dan mengarahkan mereka agar mampu melaksanakan tugas sebaik mungkin,” ujar Anton saat menceritakan pengalamannya selama penugasan.
‎
‎Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nilai pembelajaran yang dapat diterapkan ketika kembali menjalankan tugas kewilayahan.
‎
‎Penyambutan itu sekaligus menegaskan perhatian satuan terhadap personel yang telah menyelesaikan penugasan operasi, serta pentingnya menjaga semangat pengabdian setelah kembali ke kesatuan.
‎
‎Melalui tradisi tersebut, Kodim 0707/Wonosobo berharap pengalaman Sertu Anton Sujarwo dan Sertu Martinus dapat memperkuat profesionalisme, solidaritas, serta kesiapan prajurit menghadapi tugas mendatang.(waw)