Kali Code Diuji Jadi Wisata, Keamanan dan Kelestarian Lingkungan Jadi Sorotan

FAJARLAMPUNG.COM, ‎JOGJA – Kali Code mulai diuji sebagai jalur wisata sungai, namun keamanan, kelestarian lingkungan, dan kesiapan pengelola menjadi pertaruhan utama pengembangannya di Kota Yogyakarta kini.
‎
Uji coba susur sungai menggunakan perahu karet berlangsung pada 11 September 2026, menjadi langkah awal penjajakan wisata sungai di Kota Yogyakarta secara resmi.
‎
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo turut menjajal langsung susur Kali Code dalam kegiatan tersebut, yang masih berstatus uji coba dan pematangan di lapangan.
‎
Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat potensi Kali Code sebagai aktivitas wisata yang aman, menarik, sekaligus ramah lingkungan bagi warga sekitar dan wisatawan.
‎
Meski menjanjikan pengalaman berbeda, jalur susur sungai belum dinyatakan layak untuk menjadi destinasi wisata resmi Kota Yogyakarta pada tahap sekarang ini untuk sementara.
‎
Kelayakan jalur, aspek keamanan, serta kesiapan pengelola masih harus dipastikan sebelum konsep wisata Kali Code dikembangkan lebih lanjut secara menyeluruh oleh pihak terkait.
‎
Penataan sungai juga terus dikebut, termasuk pengerukan dan pembersihan aliran dengan dukungan BBWSO dari kawasan utara menuju selatan agar lebih baik secara bertahap.
‎
Pembenahan aliran diharapkan membuat kondisi Kali Code semakin baik, sehingga gagasan wisata dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan secara nyata dan tertib bersama.
‎
Namun, perjuangan menjaga Kali Code bukan gagasan baru karena masyarakat telah bergerak sejak sekitar tahun 2000 melalui komunitas dan warga secara konsisten hingga kini.
‎
Gerakan Cinta Code sejak awal mendorong perubahan cara pandang terhadap sungai yang sebelumnya kerap dianggap sebagai tempat pembuangan sampah di kawasan bantaran setempat.
‎
Gerakan tersebut mengajak warga melihat sungai sebagai bagian penting kehidupan, bukan sekadar aliran air yang berada di belakang rumah di kawasan tersebut bersama bagi warga.
‎
Penataan bantaran kemudian berkembang melalui konsep “M3K”, yakni Mundhur, Munggah, Madhep Kali sebagai pendekatan kawasan yang lebih tertata dan berkelanjutan bagi warga sekitar.
‎
Konsep M3K mengarahkan rumah dan lingkungan agar lebih aman, memiliki akses memadai, serta menjadikan sungai sebagai bagian depan kawasan bagi seluruh warga setempat.
‎
Prinsipnya, kawasan bantaran tidak membelakangi sungai, tetapi menghadapkan aktivitas warga pada Kali Code yang harus dirawat bersama secara berkelanjutan dan sadar secara nyata.
‎
Upaya menjaga lingkungan kini berjalan bersama gagasan wisata, melalui edukasi “Sekolah Sungai”, penghijauan, pengelolaan sampah, dan kegiatan bersih sungai secara rutin bersama warga.
‎
Langkah tersebut menjadi penting agar pengembangan wisata tidak berubah menjadi ancaman baru bagi kebersihan dan kelestarian Kali Code secara serius dan konsisten nyata.
‎
Artinya, wisata bukan tujuan tunggal, melainkan bagian dari upaya lebih besar membangun hubungan warga dengan sungai secara berkelanjutan di tengah kota secara nyata.
‎
Saat ini Kali Code belum menjadi destinasi wisata sungai yang sepenuhnya berjalan karena konsepnya masih dalam tahap pematangan di Kota Yogyakarta saat ini.
‎
Jika keamanan, kebersihan, dan pengelolaan benar-benar siap, Kali Code berpeluang menghadirkan wisata alam berbeda di tengah Yogyakarta sebagai alternatif menarik wisatawan pada mendatang.
‎
Pengunjung nantinya berpotensi menikmati pengalaman menyusuri sungai tanpa meninggalkan pusat kota, sekaligus belajar menjaga lingkungan melalui perjalanan tersebut dengan aman bersama warga. (waw)