KAI Tegaskan Jalur Rel Bukan Tempat Fotografi: Pahami Aturan Keselamatan dan Potensi Bahayanya

FAJARLAMPUNG.COM, ‎Jogja – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat edukasi keselamatan dengan menggandeng komunitas pencinta kereta api melalui kegiatan Safety Hunting di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
‎
‎Kegiatan kolaborasi tersebut berlangsung Minggu (1/11/2026), melibatkan KAI Kantor Pusat, KAI Daop 6 Yogyakarta, serta Indonesian Railway Preservation Society (IRPS).
‎
‎Kelok Mertan dan Kalimenur menjadi lokasi kegiatan yang dipilih karena dikenal sebagai tempat favorit komunitas railfans untuk berburu foto kereta api.
‎
‎Melalui kegiatan tersebut, KAI mengajak pencinta kereta api menyalurkan hobi fotografi secara kreatif, sekaligus memahami pentingnya keselamatan ketika berada dekat jalur rel.
‎
‎Sekitar 30 peserta dari berbagai komunitas mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya IRPS, SSC, Java Train, Edan Sepur, serta railfans independen.
‎
‎Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai aturan keselamatan, terutama ketika mengambil gambar kereta api di sekitar jalur rel yang aktif dilintasi perjalanan.
‎
‎KAI menegaskan, kecintaan terhadap kereta api harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan demi melindungi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
‎
‎Salah satu pesan utama kegiatan tersebut adalah pentingnya menjaga jarak aman dari jalur rel ketika melakukan aktivitas fotografi kereta api.
‎
‎Peserta juga diingatkan agar tidak memasuki ruang manfaat jalur kereta api tanpa izin maupun melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta.
‎
‎Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan komunitas pencinta kereta api mempunyai peran strategis dalam menyebarluaskan edukasi keselamatan.
‎
‎”Kami memandang komunitas pecinta kereta api bukan hanya sebagai penggemar perjalanan dan perkeretaapian, tetapi juga mitra strategis KAI,” ujar Feni.
‎
‎Menurutnya, komunitas railfans memiliki kedekatan dengan dunia perkeretaapian sehingga dapat membantu menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat secara lebih luas.
‎
‎Feni berharap anggota komunitas tidak sekadar menikmati aktivitas fotografi, tetapi juga mengambil peran aktif mengingatkan masyarakat mengenai aturan keselamatan perkeretaapian.
‎
‎”Kami berharap para anggota komunitas dapat menjadi agen edukasi yang turut mengingatkan lingkungan sekitarnya untuk selalu menaati aturan keselamatan,” ungkapnya.
‎
‎Ia menambahkan, kolaborasi bersama komunitas merupakan pendekatan penting bagi KAI dalam memperluas jangkauan kampanye keselamatan hingga lingkungan masyarakat.
‎
‎Kedekatan para railfans dengan aktivitas perkeretaapian di lapangan dinilai dapat membantu menyampaikan informasi keselamatan secara lebih efektif dan mudah dipahami.
‎
‎KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengajak seluruh pencinta kereta api terus mengembangkan hobi fotografi secara positif, kreatif, serta bertanggung jawab.
‎
‎Mengabadikan perjalanan kereta memang menjadi aktivitas menyenangkan, tetapi keselamatan pribadi, orang lain, dan kelancaran perjalanan kereta harus tetap diutamakan.
‎
‎”Keselamatan harus selalu menjadi prioritas, sehingga kegiatan mengambil foto kereta api tidak menimbulkan risiko bagi siapa pun,” tegas Feni.
‎
‎Melalui Safety Hunting, KAI berharap komunitas semakin memahami tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan peduli keselamatan.
‎
‎”Melalui sinergi bersama komunitas, kami berharap tercipta lingkungan perkeretaapian yang semakin aman, tertib, dan peduli terhadap keselamatan,” tutup Feni.
‎
‎Ia menegaskan, kecintaan terhadap kereta api diharapkan tidak berhenti sebagai hobi, melainkan berkembang menjadi kontribusi nyata bagi keselamatan perjalanan dan masyarakat.(waw)