J-CoVa 2026 Perkuat Jejaring UMKM Sleman untuk Dorong Usaha Naik Kelas
FAJARLAMPUNG.COM, SLEMAN – J-CoVa 2026 menjadi momentum penting memperkuat jejaring pelaku UMKM Sleman demi memperluas pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus mendorong usaha naik kelas bersama.
Kegiatan berlangsung di Gedung JOZS, Ngaglik, menghadirkan pelaku UMKM dari tujuh belas kapanewon mengusung tema “UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi” penuh semangat kolaborasi.
Ketua Forkom UMKM Sleman H. Ardi Sehami menegaskan, “J-CoVa bukan sekadar ajang berdagang, melainkan ruang membangun koneksi dan berkembang bersama.”
Ardi menambahkan, “Kami berharap pelaku UMKM memperbaiki kualitas produk, memperluas pasar, serta benar-benar mampu membawa UMKM Sleman naik kelas bersama.”
Berbagai produk kuliner, kriya, fesyen, hingga karya kreatif lokal memenuhi stan pameran, memperlihatkan kekayaan potensi ekonomi masyarakat dari berbagai wilayah Sleman.
Jejaring Forkom UMKM tingkat kapanewon dan kalurahan memperkuat kolaborasi sehingga pelaku usaha lebih mudah bertemu mitra, konsumen, serta peluang bisnis berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sleman, Sutiasih, mengapresiasi penyelenggaraan J-CoVa sebagai langkah nyata menghidupkan Gedung JOZS menjadi pusat aktivitas kewirausahaan masyarakat.
”Kami berharap Gedung JOZS dimanfaatkan sebagai pusat berjejaring, berkreasi, sekaligus batu loncatan membesarkan UMKM Sleman,” ujar Sutiasih penuh optimisme kepada peserta.
Klinik Usaha menjadi daya tarik utama dengan menghadirkan konsultasi legalitas NIB, PIRT, sertifikasi halal, akses pembiayaan, hingga strategi pemasaran digital bagi peserta.
Beragam perlombaan inovasi pangan, menghias donat, yel-yel Forkom, diskusi “Rasan-rasan”, fashion show, pertunjukan musik, serta senam massal memeriahkan suasana sepanjang kegiatan berlangsung.
Program “Borong Bareng Produk UMKM” turut menggerakkan transaksi melalui pembelian voucher belanja oleh jajaran OPD Kabupaten Sleman di seluruh stan peserta.
”Dukungan OPD memborong produk menjadi penyemangat luar biasa bagi pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas usahanya,” tegas Ardi Sehami kepada peserta.
Ketua KOPMAS Nuradi Indrawijaya mengatakan, “Kami ingin memberikan ruang promosi agar produk UMKM semakin dikenal serta penjualannya terus meningkat secara berkelanjutan.”
Nuradi menambahkan, “Semakin banyak anggota bergabung dalam KOPMAS, semakin besar peluang memperkuat pemasaran, promosi, serta pengembangan pasar bersama,” katanya optimistis.
Menariknya, J-CoVa 2026 digelar secara swadaya tanpa menggunakan anggaran APBD, membuktikan semangat gotong royong, kemandirian, dan kekompakan pelaku UMKM Sleman berkembang pesat.
Warga bernama Agus mengaku, “Kegiatannya sangat menarik, membantu meningkatkan penjualan, dan semoga terus diadakan secara berkesinambungan,” sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.
J-CoVa 2026 membuktikan kolaborasi, inovasi, jejaring, pemasaran, pembiayaan, serta gotong royong menjadi kunci mengantarkan UMKM Sleman semakin mandiri, tangguh, dan berdaya saing. (ady)

