Integrasi AI dalam Riset, UWM Bedah Strategi Proposal Lolos Hibah Riset Nasional

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar workshop penyusunan proposal riset, Senin.
‎
‎Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Rektorat UWM Yogyakarta, membahas strategi menyusun proposal kompetitif, peluang pendanaan penelitian, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI.
‎
‎Workshop ini menghadirkan Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada.
‎
‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset di Perguruan Tinggi Tahun 2026, untuk memperkuat kapasitas peneliti.
‎
‎Materi utama bertajuk “Dari Ide ke Dana: Kiat Praktis Menyusun Proposal Penelitian yang Kompetitif, Berdampak, dan Berpeluang Didanai” menjadi fokus pembahasan.
‎
‎Widiastuti menekankan, proposal penelitian tidak cukup hanya menawarkan gagasan menarik, tetapi harus menunjukkan kebaruan, ketepatan metode, relevansi masalah, dan manfaat nyata.
‎
‎Pengusul juga perlu memahami tujuan lembaga pendanaan agar gagasan penelitian yang diajukan selaras dengan prioritas program dan kriteria seleksi.
‎
‎Dalam penyusunan substansi, peneliti perlu menjelaskan persoalan yang diteliti, unsur kebaruan, metode pelaksanaan, serta manfaat penelitian secara jelas dan terukur.
‎
‎Aspek administrasi turut menjadi perhatian penting karena kesalahan teknis dapat menghambat penilaian, meskipun gagasan penelitian memiliki potensi akademik yang kuat.
‎
‎Materi workshop mengingatkan peserta agar mengikuti panduan, format dokumen, dan instrumen penilaian yang ditetapkan masing-masing lembaga pemberi hibah penelitian.
‎
‎Kesalahan yang perlu dihindari meliputi perbedaan judul pada sistem dan dokumen, referensi tidak sesuai ketentuan, serta jumlah kata melampaui batas.
‎
‎Widiastuti juga membahas pentingnya memastikan seluruh bagian proposal terisi lengkap, sehingga pengajuan penelitian memenuhi persyaratan administratif sebelum memasuki tahapan evaluasi substansi.
‎
‎Penyusunan judul harus ringkas dan informatif, sedangkan tujuan penelitian perlu dirumuskan secara terukur agar capaian kegiatan dapat dievaluasi secara objektif.
‎
‎Metode penelitian, peta jalan riset, serta pembagian tugas tim juga harus disusun sistematis untuk memperlihatkan kesiapan pelaksanaan penelitian secara menyeluruh.
‎
‎Rencana anggaran biaya menjadi bagian penting lainnya yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan penelitian, rincian kegiatan, dan ketentuan lembaga pemberi pendanaan.
‎
‎Untuk memperdalam pemahaman peserta, workshop menghadirkan studi kasus proposal Penelitian Fundamental serta Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM).
‎
‎Contoh komentar penilai digunakan untuk mengulas kebaruan, ketepatan metode, konsistensi antarbagian, dan kewajaran anggaran sebagai bahan evaluasi bagi calon pengusul.
‎
‎Peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan AI untuk mendukung persiapan penelitian, mulai dari eksplorasi gagasan hingga penelaahan dan pemetaan literatur akademik.
‎
ChatGPT diperkenalkan untuk eksplorasi topik, Scopus AI untuk menelaah tema penelitian, Open Knowledge Map untuk pemetaan pengetahuan, serta SciSpace membahas metode riset.
‎
Melalui workshop ini, LPPM UWM mendorong penguatan kompetensi peneliti dalam menghasilkan proposal berkualitas, memperluas peluang pendanaan, dan meningkatkan dampak penelitian bagi masyarakat.(ady)