Honor RT/RW Didorong Naik, Susanto Usulkan Pembayaran Bulanan dan Transport Rapat

FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro mendorong honor RT/RW dibayarkan setiap bulan untuk memperkuat pelayanan warga bagi warga kota.
‎
Gagasan itu disampaikan Susanto dalam sosialisasi pemilihan RT/RW Kota Yogyakarta yang membahas partisipasi masyarakat serta dukungan pemerintah bagi pengurus wilayah secara lebih teratur.
‎
“Honor atau anggaran RT dan RW diupayakan diberikan setiap bulan, tidak lagi tiga bulan sekali,” ujar Susanto dalam sosialisasi.
‎
‎Menurut Susanto, pembayaran bulanan dinilai dapat memberikan kepastian dukungan bagi ketua RT dan RW dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat sehari-hari secara optimal kepada masyarakat setempat.
‎
Ia juga mendorong adanya kenaikan nominal honor RT/RW, meski kebijakan tersebut tetap harus disesuaikan kemampuan anggaran pemerintah daerah Kota Yogyakarta secara keseluruhan dengan pertimbangan fiskal.
‎
“Nominalnya juga akan mengalami sedikit kenaikan,” kata Susanto saat menyampaikan gagasannya kepada peserta sosialisasi pemilihan RT/RW Kota Yogyakarta.
‎
Selain honor, Susanto menyoroti kebutuhan uang transportasi bagi peserta rapat dan sosialisasi di tingkat kelurahan maupun kecamatan agar partisipasi masyarakat tetap terjaga di tingkat.
‎
“Jangan sampai kegiatan sudah menyediakan konsumsi, tetapi partisipasi justru minim karena tidak adanya dukungan transportasi,” katanya.
‎
Susanto menilai kehadiran masyarakat dalam rapat wilayah penting karena berbagai persoalan lingkungan membutuhkan pembahasan bersama secara langsung, terbuka, dan efektif bersama pemerintah dan warga.
‎
“Transportasi ini diperlukan agar masyarakat dan pengurus wilayah tetap bisa hadir dalam kegiatan rapat maupun sosialisasi,” tegas Susanto kepada peserta sosialisasi pada berbagai agenda.
‎
Menurutnya, dukungan transportasi perlu kembali diupayakan melalui anggaran pemerintah agar masyarakat tidak terkendala biaya ketika menghadiri kegiatan pemerintahan wilayah tersebut dalam kegiatan kemasyarakatan wilayah.
‎
“Kami mengupayakan uang transport bagi peserta dapat kembali diberikan, sehingga masyarakat tetap terdorong menghadiri rapat,” ungkap Susanto dalam sosialisasi tersebut kepada peserta agar partisipasi warga.
‎
Susanto mengatakan, pengurus RT dan RW memiliki peran penting menjaga komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah pada tingkat kelurahan dan kecamatan sebagai bagian pelayanan masyarakat.
‎
Karena itu, menurutnya, dukungan anggaran harus dirancang agar pengurus wilayah dapat menjalankan tanggung jawab tanpa mengabaikan kondisi fiskal daerah secara keseluruhan sesuai kemampuan daerah.
‎
Selain membahas honor dan transportasi, Susanto menyampaikan rencana penghargaan bagi ketua RT dan RW berupa batik Segoro Amarto untuk mendukung aktivitas mereka bagi pengurus wilayah.
‎
“Besok akan diberikan penghargaan berupa batik Segoro Amarto,” ujar Susanto.
‎
Menurut Susanto, pemberian batik itu diharapkan menunjang aktivitas ketua RT dan RW ketika menghadiri rapat serta berbagai kegiatan kemasyarakatan di wilayah masing-masing di berbagai.
‎
“Batik ini diharapkan dapat menunjang kegiatan para pengurus wilayah, termasuk menghadiri rapat dan kegiatan kemasyarakatan,” jelas Susanto.
‎
Susanto juga membagikan pengalaman kunjungan kerja ke Jambi yang menjadi salah satu bahan pertimbangan terkait kesejahteraan pengurus RT/RW Kota Yogyakarta dalam pembahasan kebijakan daerah.
‎
“Di Jambi, saya melihat ketua RT/RW mendapatkan gaji sekitar Rp1 juta,” ungkap Susanto berdasarkan hasil kunjungan kerja tersebut untuk pertimbangan pemerintah daerah secara menyeluruh.
‎
Namun, Susanto menilai pola tersebut tetap perlu dikaji dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kemampuan anggaran pembangunan daerah secara keseluruhan bagi kebutuhan pembangunan daerah secara keseluruhan.
‎
“Kalau diterapkan, tentu perlu melihat dampaknya terhadap fokus anggaran pembangunan daerah,” kata Susanto sembari menekankan keseimbangan prioritas pembangunan dalam menetapkan prioritas pembangunan daerah tersebut.
‎
Ia berharap pembahasan dukungan RT/RW menghasilkan kebijakan yang memperkuat pelayanan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan prioritas pembangunan Kota Yogyakarta secara berkelanjutan demi pelayanan publik berkelanjutan.(waw)