Hasto Dorong Marhaenis Jogja Pegang Teguh Nilai-Nilai Trisakti
FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan Trisakti Bung Karno saat menghadiri Konfercab I Gerakan Pemuda Marhaenis Kota Yogyakarta Jumat (7/8/2026) malam.
Konfercab bertema Mengumpulkan Yang Berserak Dengan Marhaenisme digelar Jumat (7/8/2026), di Joglo Resto, Jeron Beteng, Siliran, Kota Yogyakarta dan sekitarnya.
Agenda tersebut sekaligus bertepatan dengan Haul ke-16 almarhum Soetardjo Suryoguritno, tokoh Marhaenis Indonesia yang dikenang dalam perjuangan politik nasional yang bersejarah.
Dalam pidatonya, Hasto menekankan pentingnya mengaktualisasikan Trisakti, terutama berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan bangsa secara nyata bagi masyarakat luas.
“Marhaenisme tidak boleh berhenti sebagai gagasan sejarah, tetapi harus diterjemahkan menjadi keberpihakan kepada rakyat,” tegas Hasto dalam pidatonya kepada kader langsung.
Ia menambahkan, “Kemandirian ekonomi dan pembangunan harus tetap berpijak pada kepribadian serta kebudayaan bangsa,” katanya kepada seluruh kader GPM yang hadir langsung.
Menurut Antonius Fokki Ardiyanto, kehadiran Hasto menunjukkan gagasan Marhaenisme masih relevan menjawab persoalan pembangunan masyarakat Kota Yogyakarta saat ini dewasa ini kini.
“Pidato politik Bung Hasto sangat relevan dengan semangat GPM,” ujar Fokki, terutama terkait ekonomi rakyat dan kebudayaan di Yogyakarta dan generasi muda.
Fokki menilai GPM harus menjadi organisasi pemuda yang tidak sekadar berbicara politik, tetapi hadir menghadapi persoalan rakyat sehari-hari secara langsung di lapangan.
“Konfercab ini memiliki arti penting karena Trisakti harus diwujudkan melalui gerakan nyata,” kata Fokki menegaskan kepada seluruh kader GPM yang hadir langsung.
Konfercab juga menghadirkan Bung Diasma, Ketua Umum Generasi Muda DPP ISRI, yang membahas hubungan Marhaenisme dengan Pancasila secara mendalam secara terbuka pula.
Diasma menjelaskan, “Pancasila dan Marhaenisme memiliki hubungan erat dalam perjuangan membangun masyarakat berkeadilan sosial dan berdaulat,” ujarnya kepada peserta kepada para peserta.
Konfercab resmi dibuka Sekjen DPP GPM Bung Putra Naibaho, sekaligus memberikan gemblengan politik kepada sekitar seratus kader GPM yang hadir dari daerah.
“GPM berakar pada pemikiran Marhaenisme,” kata Putra, seraya mengingatkan kader menghadapi tantangan sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan masa kini saat ini.
Fokki menegaskan tema konfercab bukan sekadar slogan, melainkan mandat politik untuk mengonsolidasikan potensi pemuda, gagasan, dan kekuatan rakyat secara bersama secara konkret.
“Yang berserak adalah potensi pemuda dan semangat gotong royong,” tegas Fokki. “GPM harus mengumpulkannya dalam satu gerakan Marhaenisme yang kuat dan berkelanjutan.
Bung Jarot Kurniadi terpilih sebagai Ketua DPC GPM Kota Yogyakarta, kemudian ditetapkan bersama Fokki dan Bambang Setyo Martono sebagai formatur organisasi di cabang.(waw)

