Gelombang Menghantam Perahu Nelayan Pantai Siung, Empat Orang Selamat

FAJARLAMPUNG.COM, GUNUNGKIDUL — Perahu nelayan terbalik dihantam gelombang saat hendak menepi di Pantai Siung, Rabu (19/8/2026) pagi. Empat nelayan selamat tanpa korban jiwa dan segera mendapat pertolongan.
‎
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB di jalur perahu Pantai Siung, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pagi itu tersebut.
‎
Keempat nelayan sebelumnya baru selesai melaut dan sedang mengarahkan perahu menuju tepian setelah aktivitas mencari ikan selesai dilakukan pagi hari setempat tadi.
‎
Namun ketika perahu memasuki pintu keluar-masuk jalur perahu, gelombang cukup kuat tiba-tiba menghantam badan perahu hingga terbalik secara mendadak di jalur tersebut.
‎
Akibat hantaman tersebut, keempat nelayan terpental dan jatuh ke laut. Mereka kemudian berusaha bertahan sambil menunggu pertolongan datang dari tepian dengan selamat.
‎
Beruntung, seluruh nelayan mengenakan pelampung keselamatan atau life jacket sehingga tubuh mereka tetap mengapung di permukaan laut saat kejadian. Mereka tetap tenang.
‎
Nelayan lain yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan setelah melihat perahu terbalik dan empat orang tercebur untuk menolong mereka segera.
‎
Tim SAR yang berada di lokasi juga bergerak cepat. Petugas bersama nelayan melemparkan tali untuk menarik korban menuju tepian secepatnya dengan bantuan nelayan sekitar.
‎
Seluruh nelayan akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada laporan korban meninggal maupun luka serius dalam kejadian tersebut sepenuhnya pagi itu.
‎
‎”Keempat nelayan selamat karena menggunakan pelampung,” demikian keterangan mengenai pentingnya perlengkapan keselamatan saat menghadapi gelombang tinggi di laut tersebut pagi itu sendiri.
‎
Selain menyelamatkan nelayan, petugas dan nelayan setempat juga berupaya mengevakuasi perahu yang terbalik agar tidak kembali terbawa arus laut lepas pantai tersebut.
‎
Perahu tersebut akhirnya berhasil ditarik menuju lokasi lebih aman karena posisinya masih relatif dekat dengan garis pantai saat dievakuasi, segera setelahnya pula.
‎
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menyebabkan mesin perahu hilang setelah diduga terbawa arus gelombang laut pada pagi itu.
‎
Kerugian materiil akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp30 juta, terutama karena hilangnya mesin yang menjadi perlengkapan utama perahu nelayan tersebut di lokasi kejadian.
‎
Kejadian ini kembali menunjukkan pentingnya kewaspadaan nelayan ketika memasuki jalur keluar-masuk perahu, terutama saat kondisi gelombang berubah cepat secara langsung saat itu.
‎
Penggunaan life jacket dinilai sangat membantu menjaga keselamatan empat nelayan hingga pertolongan datang dan mereka berhasil mencapai tepian, tetap berhati-hati di laut.
‎
Setelah proses evakuasi selesai, kondisi perahu diamankan sementara. Nelayan juga memastikan seluruh awak telah berkumpul dan berada selamat bersama dalam kondisi baik. (WAW)