Gameloft Indonesia Kolaborasi dengan IFI Yogyakarta Berdayakan Perempuan di Bidang Teknologi

FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Peringatan semangat R.A. Kartini kembali diwujudkan dalam aksi nyata yang menginspirasi.

‎Melalui program kreatif bertajuk “Kartini Plays: Hackdays”, Gameloft Indonesia berkolaborasi dengan Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta untuk mendorong pemberdayaan perempuan di bidang teknologi dan industri game.

‎Kegiatan ini menjadi wadah eksplorasi kreativitas digital sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda perempuan.

‎Program ini diikuti oleh 34 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar SMA hingga mahasiswa dari bidang teknologi dan seni visual.

‎Mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan selama empat hari yang dikemas dalam sesi kolaboratif hingga tantangan mini pitching game.

‎“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan penuh inspirasi bagi perempuan muda,” ujar salah satu penyelenggara.

‎Pada 17 April, peserta mendapatkan pelatihan langsung di studio Gameloft Indonesia.

‎Berbagai materi penting dibahas, mulai dari pengenalan pengembangan game, konsep gameplay, hingga storytelling dan desain karakter.

‎“Peserta diajak memahami bagaimana sebuah game dibangun dari nol hingga siap dimainkan,” jelas tim Gameloft dalam sesi workshop tersebut.

‎Keesokan harinya, 18 April, para peserta melanjutkan kegiatan di studio milik seniman ternama Heri Dono.

‎Di sana, mereka menggali inspirasi dari karya seni untuk diolah menjadi konsep game interaktif.

‎“Kami ingin peserta mampu menerjemahkan seni ke dalam bentuk digital yang menarik,” ungkap Heri Dono saat memberikan tur studio.

‎Memasuki 20 April, kegiatan berlanjut di IFI Yogyakarta dengan fokus pada pengembangan ide dan penyusunan presentasi.

‎Para peserta saling bertukar gagasan, memperdalam alur cerita, hingga menyempurnakan konsep permainan mereka.

‎“Ini menjadi momen penting untuk mengasah kemampuan komunikasi dan kolaborasi,” kata salah satu mentor.

‎Acara puncak akan digelar pada 21 April bertepatan dengan Hari Kartini, dengan presentasi final dan penjurian.

‎Dewan juri yang terdiri dari Cristian Mihai Chitu, Margaux Nemmouchi, dan Nilu Ignatia akan memilih karya terbaik.

‎“Acara ini meningkatkan kesadaran akan industri IT dan game di kalangan wanita serta membuka koneksi lintas komunitas,” ujar Margaux Nemmouchi.

‎Ia menambahkan, “Program ini memberi kesempatan perempuan muda untuk mengekspresikan apa yang mereka pikirkan dan harapkan melalui game.”(waw)