Expo Rakyat di Mandala Krida Jadi Bukti Ketangguhan UMKM Yogyakarta

FAJARLAMPUNG.COM, ‎JOGJA – CEO Mandala Krida Expo #3, Inung Nurzani, menegaskan penyelenggaraan Mandala Krida Expo #3 menjadi bukti nyata semangat pelaku UMKM menggerakkan perekonomian dari rakyat.
‎
‎Pembukaan Mandala Krida Expo #3 ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Inung Nurzani kemudian senam yang di ikuti oleh sanggar-sanggar senam dna masyarakat umum.
‎
Ia menyebut seluruh panitia dan tim keamanan berasal dari berbagai kampung di sekitar kawasan Mandala Krida.
‎
“Yang berdiri di belakang saya ini adalah panitia Mandala Krida Expo Ketiga beserta teman-teman keamanan yang mewakili seluruh kampung di lingkungan Mandala Krida Expo,” ujar Inung saat membuka Mandala Krida Expo #3, Jum’at (26/6/2026).
‎
Ia mengatakan kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
‎
Inung mengungkapkan Mandala Krida Expo Ketiga diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai sektor usaha.
‎
“Perlu saya sampaikan bahwa Mandala Krida Expo Ketiga ini diikuti 150 orang,” katanya.
‎
Menurutnya, tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme pelaku usaha untuk terus berkembang.
‎
Ia juga mengingat kembali komitmen Wali Kota Yogyakarta yang mencanangkan Kota Yogyakarta sebagai kota event.
‎
“Jogja adalah kota event, kota wisata, kota budaya, kota seni, kota kuliner, dan kota UMKM. Hari ini kita bersama-sama membuktikan bahwa Jogja benar-benar menjadi kota UMKM,” ucapnya.
‎
Lebih lanjut, Inung menegaskan seluruh pelaksanaan Mandala Krida Expo Ketiga dibiayai secara mandiri oleh para pelaku usaha.
‎
“Event ini murni iuran teman-teman pengusaha wahana permainan, pengusaha tenda, pelaku UMKM, pengusaha otomotif, pengusaha trip, dan lainnya,” katanya.
‎
Ia memastikan kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah.
‎
“Tidak ada sedikit pun dana APBD maupun dana keistimewaan. Semua murni gotong royong para pelaku usaha yang ingin menghadirkan ruang promosi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegas Inung.
‎
Menurut Inung, panitia sengaja tidak mengundang banyak pejabat agar acara benar-benar menjadi milik masyarakat.
‎
“Kami ingin sehati dengan para pengunjung. Semangatnya adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” pungkasnya.(waw)