Eko Suwanto Serahkan Bantuan untuk Perkuat Relawan Siaga Bencana di DIY
FAJARLAMPUNG.COM, JOGJA – Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyerahkan bantuan peralatan bencana untuk memperkuat kesiapsiagaan tujuh kalurahan menghadapi ancaman bencana kini bersama.
Penyerahan bantuan berlangsung Sabtu (08/08/2026), bersama Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata, sebagai penguatan kapasitas relawan tingkat kelurahan setempat secara berkelanjutan.
Eko Suwanto menegaskan kesiapsiagaan masyarakat harus terus dilakukan karena ancaman bencana dapat muncul kapan saja tanpa peringatan sebelumnya secara berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kesiapsiagaan masyarakat untuk hadapi situasi dampak bencana penting selalu dikerjakan,” ujar Eko Suwanto dalam kesempatan tersebut, lanjutnya kepada wartawan yang hadir.
Eko menyampaikan apresiasi kepada BPBD DIY yang memfasilitasi peralatan penanggulangan bencana untuk mendukung terwujudnya Yogyakarta tangguh menghadapi berbagai ancaman ke depan bersama masyarakat.
Sebanyak tujuh kelompok menerima hibah, yakni Kaltana Demangan, Kaltana Kotabaru, Kaltana Rejowinangun, FPRB Semaki, Kaltana Gunungketur, Kaltana Wirobrajan, FPRB Panembahan dan Panembahan.
Peralatan yang disalurkan mencakup genset, tenda, angkong, kabel listrik, sarung tangan, jas hujan, helm safety, sepatu boot, parang, linggis dan peralatan tambahan.
Selain itu, bantuan mencakup chainsaw, sekop, dan lampu tembak untuk menunjang operasional relawan ketika melakukan mitigasi maupun penanganan darurat kebencanaan secara optimal.
Agustinus Ruruh Haryata menegaskan relawan merupakan garda terdepan penanggulangan bencana, sementara pemerintah menjadi unsur pendukung dalam menghadapi situasi darurat bersama masyarakat setempat.
“Garda terdepan di dalam penanggulangan bencana adalah teman-teman relawan dengan backup kami di pemerintah,” kata Agustinus Ruruh Haryata dalam situasi darurat.
Menurut Agustinus, bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi pemerintah kepada masyarakat agar konsisten menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana secara berkelanjutan bersama-sama.
Eko juga mendorong pemerintah daerah mengambil langkah konkret mengantisipasi kekeringan yang berpotensi melanda DIY dan mengganggu kehidupan masyarakat luas semakin serius ke depan.
“Potensi ancaman ini memerlukan kewaspadaan tinggi serta kolaborasi lintas sektor agar masyarakat terlindungi dari dampak buruk kekeringan,” tegas Eko kepada wartawan.
Kepala BMKG Satklim DIY Mamenun menyebut kondisi iklim saat ini perlu mendapat perhatian serius karena musim kemarau memasuki dasarian ketiga secara berkala.
Mamenun memaparkan potensi fenomena El Nino diprediksi mencapai puncak hingga kategori sangat kuat, sehingga kewaspadaan dan koordinasi harus ditingkatkan sejak dini lagi.
BMKG mencatat kekeringan nasional pernah terjadi pada 2015, 2019, dan 2023, sementara curah hujan DIY kini sangat rendah pada periode ini sekarang.
Puncak musim kemarau DIY diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2026, sehingga mitigasi lintas sektor perlu segera diperkuat secara cepat.
Pada sektor pangan, pemerintah dan petani didorong menyesuaikan jadwal tanam serta memilih varietas tanaman tahan kering menghadapi ancaman kekurangan air dan adaptif.
Pengelolaan sumber daya air perlu diarahkan pada revitalisasi waduk, perbaikan irigasi, efisiensi energi, pencegahan kebakaran, perlindungan kesehatan masyarakat, optimalisasi garam secara berkelanjutan.
Eko menekankan anggaran kebencanaan harus memadai dan proporsional agar pemerintah memiliki fleksibilitas fiskal merespons ancaman secara cepat dan terukur di tingkat daerah.(waw)

