Edukasi Pangan Berkelanjutan, Dosen UWM Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Konsumsi Singkong

FAJARLAMPUNG.COM, BANTUL – Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Imogiri, Bantul.
‎
Kegiatan ini menghadirkan penyuluhan tentang Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) serta eksplorasi pangan lokal berbasis singkong sebagai upaya meningkatkan literasi keamanan pangan di kalangan guru dan siswa.
‎
‎Mengusung tema “Peningkatan Perilaku Konsumen Cerdas dan Pengolah Pangan Aman melalui Penyuluhan CPPOB dan Eksplorasi Pangan Lokal Singkong”, kegiatan tersebut diikuti guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan siswa SMA Negeri 1 Imogiri.
‎
Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah terjalin antara UWM dan sekolah tersebut selama setahun terakhir.
‎
Dosen Teknologi Pangan UWM, Eman Darmawan, S.TP., M.P., menegaskan bahwa singkong memiliki potensi besar sebagai pangan lokal yang mampu dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
‎
“Singkong merupakan sumber karbohidrat dan energi yang sangat potensial. Melalui inovasi pengolahan yang kreatif dan mengikuti tren kekinian, singkong dapat menghasilkan berbagai produk menarik yang diminati konsumen,” ujarnya.
‎
Ia menambahkan, pengembangan produk berbasis singkong tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
‎
“Pengembangan produk berbasis singkong dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat industri pangan lokal. Generasi muda harus mampu melihat singkong sebagai peluang, bukan sekadar bahan pangan tradisional,” katanya.
‎
Sementara itu, Dr. Masrukan, S.TP., M.Sc., memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan CPPOB dan perilaku sebagai konsumen yang cerdas.
‎
“Pemahaman keamanan pangan perlu ditanamkan sejak dini agar masyarakat mampu memilih dan mengonsumsi pangan yang aman, sehat, serta berkualitas,” ujarnya.
‎
Ia juga menjelaskan pentingnya memilih bahan baku yang aman, menerapkan proses produksi yang higienis, serta memahami informasi gizi dan label pada produk pangan kemasan.
‎
Kepala SMA Negeri 1 Imogiri menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi dengan UWM terus berlanjut.
‎
“Pengetahuan tentang keamanan pangan dan pemanfaatan pangan lokal sangat relevan bagi siswa dan guru kami.
‎
‎”Ini bukan hanya bekal untuk menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan peluang usaha berbasis pangan,” katanya.
‎
Melalui kegiatan ini, UWM menegaskan komitmennya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan, peningkatan literasi keamanan pangan, dan pemberdayaan potensi pangan lokal di masyarakat.(WAW)