DPRD Kota Yogyakarta Minta Data Desil Disinkronkan guna Maksimalkan Bansos Lansia

‎FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro membawa hasil pembahasan dari Jakarta terkait persoalan desil dan bantuan sosial yang selama ini meresahkan masyarakat.
‎
‎Dalam pembahasan tersebut, Susanto menyoroti pentingnya sinkronisasi data desil agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
‎
‎Ia menilai, persoalan data kesejahteraan perlu mendapatkan perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kelayakan masyarakat dalam menerima bantuan pemerintah.
‎
‎Susanto menjelaskan, perubahan desil dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk aktivitas transaksi rekening bernominal besar yang belum tentu mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.
‎
‎Menurutnya, penilaian kondisi ekonomi masyarakat harus dilakukan secara cermat agar perubahan desil tidak merugikan warga yang membutuhkan perlindungan sosial.
‎
‎Persoalan lain yang menjadi sorotan ialah terhentinya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya akibat terdeteksinya indikator tertentu.
‎
‎Sejumlah penerima bantuan dilaporkan terdampak karena terindikasi memiliki keterkaitan dengan pinjaman online atau pinjol maupun aktivitas judi online.
‎
‎Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika berdampak pada masyarakat rentan yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari bantuan pemerintah.
‎
‎Susanto secara khusus menyoroti warga lanjut usia atau lansia yang membutuhkan bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
‎
‎Terhentinya bantuan bagi kelompok lansia berpotensi menambah beban ekonomi, terutama bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap maupun dukungan keluarga memadai.
‎
‎Karena itu, ia menilai evaluasi data penerima bantuan perlu dilakukan secara teliti dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya.
‎
‎Susanto menegaskan, proses sinkronisasi data desil dan bantuan sosial tidak boleh mengabaikan kondisi nyata warga yang membutuhkan perhatian pemerintah.
‎
‎“Proses penyingkronan data desil dan bantuan sosial harus melibatkan wakil rakyat, khususnya saya sebagai anggota Komisi A,” tegas Susanto.
‎
‎Ia menekankan, keterlibatan wakil rakyat penting untuk menjembatani keluhan masyarakat dengan instansi terkait dalam menyelesaikan persoalan bantuan sosial.
‎
‎Melalui keterlibatan tersebut, persoalan perubahan desil maupun penghentian bantuan diharapkan dapat ditelusuri secara lebih cermat dan transparan.
‎
‎Susanto juga mendorong koordinasi antarpihak agar pembaruan data penerima bantuan berjalan lebih akurat dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
‎
‎Menurutnya, masyarakat yang merasa dirugikan akibat perubahan desil atau terhentinya bantuan perlu memperoleh penjelasan yang jelas mengenai status kepesertaan mereka.
‎
‎Proses pemeriksaan yang baik diharapkan dapat membantu mengidentifikasi penyebab persoalan sekaligus memberikan kejelasan bagi penerima bantuan yang terdampak.
‎
‎Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, termasuk lansia, agar kebutuhan dasar mereka tidak terabaikan akibat persoalan administrasi.
‎
‎Susanto berharap, sinkronisasi data dapat menjadi langkah perbaikan dalam memastikan program bantuan sosial berjalan lebih tepat sasaran dan berkeadilan.
‎
‎Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan desil dan bantuan sosial melalui keterlibatan wakil rakyat serta koordinasi dengan pihak terkait.
‎
‎Dengan perbaikan data dan evaluasi yang cermat, bantuan pemerintah diharapkan dapat menjangkau masyarakat sesuai kriteria dan kebutuhan mereka.(waw)