DPD RI dan Pemkot Jogja Bahas Penanganan Kasus Kekerasan Daycare
FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahmad Syauqi Soeratno, menggelar pertemuan dengan Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo beserta jajaran di Balaikota Yogyakarta, Rabu (6/5/2026).
Agenda utamanya jelas: mengawal kasus kekerasan anak di sebuah daycare yang sempat mengguncang publik.
“Ini bukan sekadar kasus biasa. Ini alarm keras bagi kita semua,” tegas Syauqi kepada wartawan.
Syauqi mengaku bersyukur bisa berkoordinasi langsung dengan Pemkot Yogyakarta. Ia menyebut pemerintah kota tidak tinggal diam.
“Saya mendapat penjelasan lengkap. Mulai dari pemetaan kasus serupa hingga langkah konkret yang sudah diambil,” ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, “Pemkot sudah membentuk tim khusus dengan skema penanganan jangka pendek, menengah, hingga panjang.”
Namun di balik itu, fakta yang muncul justru lebih dalam. Syauqi menyebut ada persoalan mendasar yang selama ini luput.
“Setelah kita bedah, ternyata ada hal-hal fundamental yang belum terakomodasi dengan baik,” katanya.
Dari situ, ia merumuskan tiga pilar penting: “Pertama penindakan hukum, kedua rehabilitasi psikologis korban, ketiga pembelajaran sistem ke depan.
Tiga ini harus jalan bersama.”
Langkah Syauqi tak berhenti di Balaikota. Sebelumnya, ia juga mendatangi Polresta Yogyakarta untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.
“Penegakan hukum harus tegas. Tapi pemulihan korban juga tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelola daycare agar standar perlindungan anak benar-benar diterapkan.
Semua temuan itu tidak akan berhenti di tingkat daerah. Syauqi memastikan akan membawanya ke level nasional.
“Seluruh data dan hasil koordinasi ini akan kami rangkum. Ini bukan hanya untuk mengawal kasus, tapi juga bahan masukan di DPD RI,” katanya.
Ia bahkan berencana mengundang kementerian terkait.
“Kita butuh regulasi yang lebih kuat dan menyeluruh.”
Di ujung pernyataannya, Syauqi menyinggung perubahan sosial yang tak bisa dihindari. Banyak orang tua kini bergantung pada daycare.
“Ini realitas baru. Tapi keselamatan anak tetap nomor satu,” tegasnya. Ia berharap momentum ini jadi titik balik.
“Ke depan harus ada sistem daycare yang lebih terencana, transparan, dan akuntabel. Orang tua harus merasa aman saat menitipkan anaknya.”(waw)

