Dispora Sleman Genjot Pembinaan 250 Ribu Pemuda Hadapi Bonus Demografi

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman — Angka 250.322 bukan sekadar data penduduk. Di balik jumlah tersebut tersimpan kekuatan besar sekaligus tantangan serius bagi masa depan Kabupaten Sleman.

Jika dikelola dengan tepat, ratusan ribu pemuda tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi, inovasi, dan perubahan menuju Indonesia Emas 2045. Namun, tanpa penguatan karakter, keterampilan, kesehatan mental, dan akses terhadap peluang ekonomi, bonus demografi justru berpotensi berubah menjadi persoalan sosial baru.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Heru Saptono, menegaskan pembangunan generasi muda tidak boleh berhenti pada kecerdasan akademik. Menurutnya, pemuda harus dipersiapkan secara utuh agar mampu menghadapi perubahan zaman.

“Generasi muda adalah aset terbesar bangsa yang akan menentukan arah masa depan,” tegas Heru dalam pokok pemikiran program pembangunan kepemudaan Sleman saat konferensi pers, Selasa (6/10/2026).

Heru mengatakan, pemuda harus sehat secara fisik dan mental, memiliki karakter kuat, keterampilan, kemampuan beradaptasi, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, pembangunan kepemudaan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan intelektual dan digital.

“Pemuda tidak cukup hanya cerdas secara intelektual dan digital,” demikian pesan utama pembangunan kepemudaan yang didorong Dispora Sleman.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dispora Sleman menggeber berbagai program, mulai dari pembinaan karakter, penguatan organisasi, kewirausahaan, kepeloporan, kepemimpinan hingga pengembangan kreativitas pemuda.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembinaan karakter. Program tersebut diarahkan untuk membentengi pemuda dari narkoba, perilaku negatif, serta berbagai ancaman sosial. Pembinaan dilakukan melalui empat angkatan di wilayah kapanewon dan kalurahan, dengan masing-masing angkatan berlangsung selama dua hari dan diikuti 30 peserta.

Sementara di lingkungan sekolah menengah, Dispora menyiapkan tujuh angkatan pembinaan dengan sekitar 100 peserta setiap angkatan. Pelaksanaannya menggandeng berbagai pihak, di antaranya BNN, Dinas Kesehatan melalui psikolog, Kepolisian, praktisi, serta Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR).

“Kolaborasi diperlukan agar pemuda memahami kesehatan, pencegahan narkoba, pembentukan karakter, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan sosial,” demikian penekanan Dispora.

Selain penguatan karakter, Sleman juga mendorong pemuda agar tidak sekadar menjadi penonton pertumbuhan ekonomi, tetapi mampu tampil sebagai pelaku usaha. Sebanyak 14 angkatan pelatihan manajemen dan digitalisasi pemasaran disiapkan, dengan masing-masing angkatan berisi sekitar 30 peserta.

Program tersebut ditujukan untuk membekali pemuda dengan kemampuan mengelola usaha sekaligus memanfaatkan teknologi digital guna memperluas pasar. Selain itu, seleksi Juragan Muda dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 dengan 15 pemenang yang akan dipilih dari ajang tersebut.

Penguatan kapasitas kepemimpinan juga dilakukan melalui organisasi kepemudaan. Sebanyak 20 angkatan pembinaan disiapkan dengan 40 peserta setiap angkatan. Materi yang diberikan mencakup kepemimpinan, public speaking, personal branding, hingga kemandirian agar pemuda lebih percaya diri menghadapi dunia nyata.

Di bidang kepramukaan, Dispora menggelar tiga angkatan Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD). Masing-masing angkatan diikuti 45 peserta dengan 70 jam pembelajaran. Dispora juga menggelar lomba pembina dan gugus depan berprestasi yang melibatkan 17 kwartir ranting serta memberikan dukungan hibah kepada Kwarcab Sleman.

Ruang ekspresi dan kreativitas pemuda turut diperluas melalui berbagai kegiatan. Festival Band dijadwalkan berlangsung pada 10 dan 17 Oktober, sedangkan lomba grafiti dan mural akan digelar pada 24 Oktober di Cangkringan.

Program Pemuda Pelopor dan Duta Pemuda 2026 juga disiapkan. Sementara penghargaan bagi pemuda dijadwalkan pada 28 Oktober, bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.

Selain itu, Dispora menyiapkan Temu Pemuda Kabupaten Sleman dalam empat angkatan. Tiga agenda di antaranya dijadwalkan pada 20–21 Oktober, 3–4 November, dan 17–18 November 2026.

Adapun kegiatan Barata atau Pengembaraan Akhir Tahun dijadwalkan berlangsung pada 28 Desember 2026 hingga 1 Januari 2027 di Lapangan Pemda Sleman.

Heru menegaskan, pekerjaan besar membangun generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, masyarakat dan media juga memiliki peran penting dalam menentukan arah perkembangan pemuda.

“Peran kita hari ini akan menentukan kualitas generasi muda esok,” pesan Heru.

Ia mengajak seluruh pihak menciptakan lingkungan yang positif, memberikan kesempatan, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda untuk berkembang.

Sebab, 250.322 pemuda bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah wajah Sleman hari ini sekaligus penentu apakah bonus demografi akan menjadi berkah atau justru berubah menjadi persoalan di masa depan.(ady)