Diskominfo Sleman Dorong KIM Padukan Teknologi Digital dan Budaya Lokal Lewat PETUNRA 2026

‎FAJARLAMPUNG.COM, SLEMAN – Diskominfo Sleman kembali menantang Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) melalui Lomba Video Pendek Pertunjukan Rakyat (PETUNRA) 2026 yang kreatif dan inspiratif bagi warga Sleman.
‎
Kompetisi ini menjadi ruang KIM mengemas informasi publik secara menarik, dengan memadukan teknologi digital, isu aktual, serta kekayaan budaya lokal Sleman secara kreatif.
‎
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Sleman, Agastya Dedi Kusuma, menyampaikan informasi pelaksanaan PETUNRA 2026 melalui Forum KIM Sembada pada Minggu malam.
‎
Pengumuman tersebut disampaikan Minggu malam, 20 September 2026, sekaligus mengajak anggota KIM segera menyiapkan konsep, naskah, pemain, serta produksi karya terbaik mereka unggulan.
‎
Berdasarkan surat Nomor 500.12.13/790 tertanggal 18 September 2026, pengumpulan karya dibuka 20 September hingga 20 November 2026 mendatang bagi seluruh peserta Sleman Kabupaten.
‎
Tema PETUNRA 2026 mengusung “Isu-isu Terkini di Kabupaten Sleman” dengan sembilan pilihan topik yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari di wilayah Sleman setempat.
‎
Peserta dapat mengangkat AI, penipuan online, keamanan data pribadi, stunting, kesiapsiagaan bencana, ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga lingkungan secara kreatif dan komunikatif optimal.
‎
Selain itu, KIM bisa memilih tema Sleman Dalane Alus lan Padang, serta mempromosikan potensi budaya, wisata, dan kuliner lokal kepada masyarakat luas Sleman.
‎
Diskominfo mendorong KIM tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi memproduksi konten yang benar, akurat, informatif, edukatif, dan relevan bagi masyarakat Sleman secara nyata langsung.
‎
Agastya menekankan KIM diharapkan semakin aktif menjadi agen literasi digital di tengah derasnya arus informasi masyarakat saat ini melalui karya kreatif yang bermanfaat.
‎
Menariknya, setiap karya PETUNRA wajib memasukkan unsur tradisional, seperti alat musik, alat komunikasi, kostum, busana, atau bahasa daerah setempat dalam video pertunjukan mereka.
‎
Konsep tersebut membuka peluang menggabungkan persoalan kontemporer dengan budaya lokal agar pesan publik terasa komunikatif, dekat, dan mudah dipahami masyarakat secara luas dan mudah.
‎
Isu AI, penipuan daring, maupun keamanan data pribadi dapat dikemas melalui bahasa daerah, seni pertunjukan, serta karakter masyarakat setempat secara menarik dan edukatif.
‎
Video peserta berdurasi dua hingga lima menit, berformat landscape 16:9, dengan resolusi minimal 1080p hingga maksimal 4K untuk penilaian panitia secara resmi masing-masing.
‎
Kompetisi diperuntukkan bagi KIM Sleman yang memiliki SK masih berlaku, terdaftar KIM.ID, memiliki nomor induk, serta melibatkan sedikitnya tiga anggota sebagai pemain.
‎
Setiap KIM hanya boleh mengirim satu karya, dengan penilaian substansi 60 persen, kreativitas 30 persen, dan kualitas produksi 10 persen dalam kompetisi ini.
‎
PETUNRA 2026 melanjutkan kompetisi 2025 yang diikuti 10 KIM dari sembilan kapanewon, dengan KIM Kertomandiri Turi meraih Juara I melalui karya Panji Sleman.
‎
Pada 2025, Juara II diraih KIM Senyum Tempel, Juara III KIM Ceria Pakem, sementara Agastya menyebut pegiat KIM Sleman menghasilkan 1.600 tulisan setahun.
‎
Penilaian PETUNRA berlangsung 23 hingga 26 November 2026, sedangkan pemenang diumumkan 27 November dan seluruh video ditayangkan melalui YouTube Sleman TV untuk publik.
‎
Panitia menyediakan sertifikat, piala, hadiah total Rp15 juta, serta pendaftaran melalui formulir berisi identitas KIM, tema, pemain, SK, dan tautan video peserta lengkap. (ady)