Di Depan Mahasiswa UNJAYA, Danrem Tegaskan Perang Melawan Hoaks dan Radikalisme Adalah Tugas Bersama

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengajak mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA) memperkuat bela negara, menangkal hoaks, serta menghadapi ancaman radikalisme di era digital.
‎
Ajakan tersebut disampaikan saat Seminar Achmad Yani Muda 3 bertema “Memperkuat Persatuan dalam Keberagaman” di Auditorium Fakultas Kesehatan UNJAYA, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Rabu (14/10/2026).
‎
Seminar yang diikuti sekitar 246 mahasiswa tersebut menjadi ruang edukasi untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan globalisasi.
‎
Danrem menegaskan, pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan Indonesia, sehingga harus membekali diri dengan pendidikan, karakter, dan nasionalisme.
‎
“Pemuda dituntut terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, karakter, dan wawasan kebangsaan,” tegas Yuniar di hadapan mahasiswa.
‎
Menurut dia, tanggung jawab generasi muda tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup kepedulian sosial dan kemampuan menjaga persatuan bangsa.
‎
Di tengah derasnya arus informasi, mahasiswa juga didorong aktif menjaga ruang siber agar tidak mudah dipengaruhi berita bohong maupun paham radikal.
‎
“Bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi tanggung jawab kita semua, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa,” ujarnya.
‎
Yuniar menjelaskan, mahasiswa dapat berkontribusi melalui berbagai bidang, mulai dari inovasi teknologi pertahanan, diplomasi, perlindungan sumber daya alam, hingga penguatan ketahanan nasional.
‎
Ia menilai, ancaman terhadap negara tidak selalu berbentuk serangan militer, melainkan dapat muncul melalui gangguan sosial, informasi menyesatkan, dan pelemahan persatuan.
‎
Karena itu, kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, serta menghormati perbedaan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika kehidupan digital.
‎
Dalam seminar tersebut, Danrem turut mengulas Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), yang mengintegrasikan kekuatan TNI profesional, Komponen Cadangan, dan pendidikan kebangsaan.
‎
Menurutnya, pertahanan negara membutuhkan sinergi seluruh komponen bangsa, dengan peran masing-masing sesuai kapasitas, kompetensi, serta tanggung jawab yang dimiliki.
‎
Yuniar juga mengangkat prinsip strategi militer Sun Tzu untuk menjelaskan pentingnya mengenali kemampuan diri, memahami tantangan, dan menentukan langkah secara tepat.
‎
“Mengenali diri dan lawan, menempatkan strategi di atas sekadar taktik, serta membangun kepemimpinan yang memberi teladan menjadi kunci utama,” jelasnya.
‎
Ia menambahkan, disiplin, kemampuan beradaptasi, efisiensi penggunaan sumber daya, serta kepercayaan merupakan unsur penting dalam menghadapi perubahan dan menjaga keberhasilan organisasi.
‎
Pesan tersebut dinilai relevan bagi mahasiswa yang kelak memasuki dunia kerja, memimpin masyarakat, maupun berkontribusi dalam pembangunan dan penguatan daya saing nasional.
‎
Dalam kesempatan itu, Danrem turut memaparkan sejumlah capaian strategis nasional menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di berbagai sektor pembangunan.
‎
Program Makan Bergizi Gratis, menurut paparan tersebut, telah menjangkau 62 juta penerima manfaat hingga Agustus 2026, sedangkan Cek Kesehatan Gratis mencapai 60 juta peserta hingga Juni 2026.
‎
Ia juga menyampaikan pembangunan 166 Sekolah Rakyat untuk 16.000 siswa, proyeksi produksi beras 34,77 juta ton, serta rehabilitasi 132.000 rumah rakyat.
‎
Penguatan ekonomi desa melalui operasional ribuan Koperasi Merah Putih turut disoroti sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
‎
Seminar berlangsung antusias dengan sesi tanya jawab yang memungkinkan mahasiswa berdiskusi langsung, menyampaikan pandangan, serta menggali persoalan kebangsaan bersama Danrem.
‎
Melalui kegiatan tersebut, UNJAYA diharapkan mampu melahirkan generasi muda berkarakter, toleran, dan bertanggung jawab, sekaligus siap menjaga persatuan serta kedaulatan Indonesia menghadapi tantangan global.(waw)