Bukan Sekadar Infrastruktur, Fondasi Non-Fisik Dorong Ekosistem Berkelanjutan UMY
FAJARLAMPUNG.COM, Yogyakarta – Penguatan kelembagaan, integrasi kurikulum, dan penegasan identitas institusi menjadi tiga fondasi non-fisik di balik capaian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam mengembangkan ekosistem berkelanjutan. Atas upaya tersebut, UMY meraih peringkat 12 nasional dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026.
Ketiga aspek ini berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur fisik yang selama ini menjadi wajah paling terlihat dari transformasi kampus berkelanjutan UMY.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si., menjelaskan penguatan kelembagaan diwujudkan lewat Sustainability Center, yang dibentuk untuk memperkuat implementasi dan standarisasi program keberlanjutan di seluruh unit kampus.
Dosen yang juga akrab disapa Arin ini menyebut lembaga tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas bidang.
“Sustainability Center ini kita bentuk bersama dengan Badan Perencanaan dan Reputasi Global atau BPRG, kemudian juga bidang sumber daya, dan bidang infrastruktur. Kita melakukan penguatan implementasi serta merumuskan standarisasi,” ujar Arin saat diwawancarai pada Sabtu (19/9).
Menurut Arin, keberadaan lembaga ini penting agar seluruh unit kerja memiliki pemahaman yang sama, mulai dari cara mengurangi sampah hingga penguatan pengurangan emisi karbon di lingkungan kampus. Sustainability Center juga menjadi ruang koordinasi agar program keberlanjutan tidak berjalan sendiri-sendiri di masing-masing fakultas.
Integrasi SDGs dalam Kurikulum
Penguatan non-fisik lainnya tampak dari sisi akademik. Arin menyebut prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) telah mulai diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di UMY. Ia menilai langkah ini penting agar kesadaran keberlanjutan tertanam dalam proses belajar-mengajar.
“Sistem ini memang perlu dikelola secara khusus untuk mendukung SDGs. Bagaimana SDGs ini mampu ditekankan di dalam kurikulum, juga mampu untuk menghasilkan riset-riset yang berdampak,” imbuhnya lagi.
Ia menambahkan, penguatan riset berbasis SDGs menjadi salah satu aspek strategis yang perlu terus didorong, mengingat capaian akademik semacam ini turut menyumbang skor UMY dalam indikator pendidikan dan riset di UI GreenMetric.
Islamic Green Campus
Selain kelembagaan dan kurikulum, UMY turut menegaskan identitasnya sebagai kampus yang memadukan nilai keislaman dengan prinsip keberlanjutan. Arin menyebut istilah ‘Islamic Green Campus’ sebagai gambaran arah besar yang ingin dibangun UMY ke depan.
“Islamic Green Campus itu mampu untuk mengintegrasikan antara nilai-nilai islami dengan nilai-nilai keberlanjutan,” jelas Arin.
Salah satu wujud konkret integrasi tersebut tampak dari cara UMY memanfaatkan air bekas ibadah wudhu di masjid kampus. Alih-alih terbuang percuma, air tersebut dialirkan kembali untuk menyiram tanaman di lingkungan kampus.
Praktik ini, menurut Arin, mencerminkan bagaimana aktivitas peribadatan sehari-hari turut menopang prinsip menjaga sumber daya alam agar tidak boros.
Arin berharap penguatan tiga aspek non-fisik ini dapat berjalan seiring dengan pengembangan infrastruktur yang sudah lebih dulu berjalan. (lsi)
Sumber : Humas Umy

