Bantah Keterlibatan Internal, DPRD Serahkan Kasus Pelecehan Foto Wapres ke Kepolisian

‎FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Kontroversi penurunan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming di DPRD DIY, Rabu (4/11/2026) saat Audiensi DPRD DIY dengan Forum Kebangsaan memanas. Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik buka suara menepis tudingan.
‎
‎”Penurunan foto Gibran ini adalah inisiasi dari anggota dewan Pak, apakah benar?” tanya awak media kepada Imam Taufik di kantor DPRD.
‎
‎Imam Taufik langsung membantah tegas tudingan tersebut. Ia menyebut kejadian itu murni berasal dari desakan peserta audiensi, bukan kebijakan internal dewan.
‎
‎”Sebenarnya enggak juga ya,” jawab Imam Taufik singkat. Ia menekankan bahwa anggota dewan tidak pernah merencanakan penurunan foto tersebut sebelumnya.
‎
‎Menurut Imam, tekanan datang langsung dari peserta. “Mereka memang minta dari anu ya, dari peserta anu teriak-teriak gitu ya,” ujarnya.
‎
‎Ia menggambarkan suasana saat itu cukup riuh. “Ada yang teriak untuk mengumumkan foto gitu ya,” kata Imam menirukan teriakan massa.
‎
‎Imam juga menegaskan tidak ada koordinasi sebelumnya dengan pimpinan. “Enggak ada kemarin ada teman sebelah yang merespon,” jelasnya.
‎
‎Pernyataan itu meluruskan narasi yang menyebut dewan sengaja menurunkan foto. Dewan disebut hanya mengikuti aspirasi yang muncul di ruangan.
‎
‎”Berarti bukan inisiasi dari anggota dewan tapi memang dari mereka ya Pak ya?” kejar wartawan untuk memastikan sumber perintah.
‎
‎”Jadi kalau ada yang teriak untuk minta supaya,” jawab Imam, memotong kalimatnya sendiri namun mengisyaratkan tekanan massa sangat kuat.
‎
‎Video yang viral memperlihatkan sekelompok orang memegang foto berbingkai Gibran. Mereka tampak bersemangat saat foto itu diturunkan dari dinding.
‎
‎Imam Taufik menjelaskan peristiwa ini memicu perdebatan publik soal simbol kenegaraan. Banyak pihak mempertanyakan etika menurunkan foto pejabat negara di lembaga legislatif.
‎
‎Namun Imam bersikeras dewan tidak bertanggung jawab. “Itu murni permintaan audiensi,” tegasnya untuk kedua kalinya di hadapan wartawan.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, DPRD DIY belum mengeluarkan pernyataan resmi tertulis. Publik kini menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pimpinan dewan.(dni)