Bakpia Day #14 Siap Digelar! Ajak Wisatawan Kembali ke Akar Kuliner Otentik Jogja di Pathuk

‎FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Bakpia panggang khas Pathuk tak tinggal diam menghadapi gempuran oleh-oleh kekinian. Bakpia Day #14 menjadi momentum menguatkan identitas kuliner legendaris Yogyakarta.
‎
‎Sentra Bakpia Pathuk, Kelurahan Ngampilan, Kota Yogyakarta, menggelar Bakpia Day #14 pada 17–24 Oktober 2026. Mereka ingin mengembalikan perhatian wisatawan kepada bakpia panggang otentik.
‎
‎Ketua Panitia Bakpia Day #14, Dimaz Arifin Hamsyah, menegaskan, kegiatan tahunan ini bukan sekadar perayaan kuliner. Ajang tersebut menjadi sarana memperkenalkan kembali kawasan Pathuk.
‎
‎“Roh dari Bakpia Day sebetulnya adalah mengenalkan Pathuk. Kampung Pathuk di Kelurahan Ngampilan ini merupakan sentra industri bakpia,” ujar Dimaz.
‎
‎Menurutnya, keberadaan berbagai merek oleh-oleh di luar Pathuk menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pihaknya ingin wisatawan tetap mengenal kawasan tersebut sebagai tujuan utama berburu bakpia.
‎
‎“Terlepas dari dinamika banyaknya toko atau perusahaan di luar Pathuk, kami ingin membuat event untuk mengenalkan wilayah,” katanya.
‎
‎Dimaz berharap, wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta tidak melewatkan sentra bakpia legendaris tersebut. Ia ingin Pathuk tetap menjadi tujuan utama pencarian oleh-oleh khas kota ini.
‎
‎“Agar Pathuk tetap menjadi tujuan utama wisatawan saat berkunjung ke Kota Yogyakarta,” tegasnya dalam konferensi pers di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (15/10/2026).
‎
‎Bakpia Panggang Hadapi Gempuran Produk Kekinian
‎
‎Dimaz mengakui, menjamurnya produk oleh-oleh kekinian berbahan dasar kukus ikut memengaruhi persepsi sebagian wisatawan. Apalagi, sejumlah merek mendapat perhatian luas melalui promosi figur publik.
‎
‎Kondisi itu menjadi tantangan bagi pelaku usaha bakpia panggang tradisional. Terutama, ketika pembeli dari luar daerah belum memahami perbedaan karakter kedua jenis produk tersebut.
‎
‎“Memang cukup terganggu karena orang yang kurang paham akhirnya membawa pulang produk lain sebagai oleh-oleh,” ungkap Dimaz.
‎
‎Meski demikian, panitia tidak berniat memusuhi atau melarang produk kuliner lain. Mereka memilih memperkuat pengenalan bakpia panggang otentik melalui kegiatan budaya dan promosi langsung kepada masyarakat.
‎
‎“Lewat Bakpia Day ini kami ingin memperkuat dan lebih memperkenalkan bakpia original tanpa harus melarang produk lain,” jelasnya.
‎
‎“Kami fokus pada misi memperkuat bakpia di wilayah kami,” imbuh Dimaz, menegaskan komitmen pelaku usaha Pathuk menjaga identitas produk warisan mereka.
‎
‎Bagikan 27 Ribu Bakpia, Ajak Wisatawan Merapat
‎
‎Bakpia Day #14 dimulai Sabtu, 17 Oktober 2026, melalui kegiatan pembagian bakpia gratis di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Agenda tersebut juga disertai prosesi umbul doa.
‎
‎Rangkaian acara berlanjut hingga puncak perayaan pada 24 Oktober 2026. Panitia menyiapkan karnaval budaya yang melibatkan kontingen warga dari setiap RW di Kelurahan Ngampilan.
‎
‎Karnaval tersebut tidak hanya menghadirkan semangat kebersamaan warga. Panitia juga menjadikan momentum itu sebagai kesempatan mengenalkan bakpia panggang kepada masyarakat dan wisatawan yang hadir.
‎
‎Dalam acara puncak, ribuan bakpia panggang otentik akan dibagikan secara gratis. Panitia menargetkan masyarakat dapat mencicipi langsung produk khas yang selama ini menjadi kebanggaan kawasan Pathuk.
‎
‎“Secara kalkulasi kita akan membagi sekitar 27 ribu bakpia untuk umum, sesuai dengan angka 270 tahun usia Kota Yogya,” kata Dimaz.
‎
‎Ia mengajak masyarakat dan wisatawan datang menikmati rangkaian acara sekaligus mengenal lebih dekat sentra bakpia tradisional tersebut. Pembagian bakpia gratis diharapkan memperluas pengenalan produk otentik.
‎
‎“Silakan masyarakat dan wisatawan bisa datang, ikuti, menikmati acaranya, dan pulang membawa bakpia yang kita bagikan,” ajaknya.
‎
‎Koordinator Acara Bakpia Day #14, Puji Widodo, turut menanggapi maraknya produk bakpia kukus yang kini meramaikan pasar oleh-oleh Yogyakarta. Ia meyakini produk tradisional tetap memiliki penggemar.
‎
‎Menurut Puji, bakpia panggang memiliki tempat tersendiri di hati penikmat kuliner. Kehadiran berbagai produk baru tidak serta-merta menghapus keberadaan kudapan khas yang telah dikenal puluhan tahun.
‎
‎Fenomena tersebut justru menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan kuliner melalui promosi dan keterlibatan masyarakat. Bakpia Day #14 diharapkan memperkuat kebersamaan warga sekaligus menjaga Pathuk tetap dikenal sebagai sentra bakpia.
‎
‎Melalui pembagian 27 ribu bakpia dan karnaval budaya, pelaku industri Pathuk mengajak wisatawan mengenali langsung bakpia panggang otentik. Tradisi kuliner itu diharapkan terus bertahan di tengah perubahan selera pasar.(waw)