Antusias Tinggi! Masyarakat Padati Kantor DPD RI DIY Saksikan Final Piala Dunia 2026

FAJARLAMPUNG.COM, JOGJA – Halaman Kantor DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta dipenuhi masyarakat mengikuti nobar Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina, Senin malam, penuh antusias.
‎
Anggota DPD RI Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan masyarakat Indonesia menyambut kemeriahan pesta sepak bola dunia bersama.
‎
“Ini bagian dari masyarakat sepak bola dunia. Kita ikut menyambut kemeriahan Piala Dunia yang menjadi hiburan sekaligus pemersatu masyarakat,” ujar Syauqi.
‎
Ia menegaskan nobar bukan sekadar menyaksikan pertandingan bergengsi, melainkan momentum membangkitkan semangat nasional membangun masa depan sepak bola Indonesia lebih kuat bersama.
‎
“Kegiatan ini juga bersifat motivasional. Semangat masyarakat menyaksikan sepak bola harus menjadi energi perubahan bagi pembinaan nasional,” tegasnya.
‎
‎Menurutnya, antusiasme warga akan didokumentasikan melalui foto dan video sebagai bahan penyampaian aspirasi kepada Komisi III, PSSI, serta Kementerian Olahraga nantinya.
‎
“Kami akan menyampaikan bahwa hasrat masyarakat melihat Timnas Indonesia bermain di Piala Dunia sangat luar biasa,” ungkap Syauqi dengan optimistis.
‎
Ia menilai tingginya antusiasme publik harus menjadi titik tolak memperbaiki sistem pembinaan sepak bola nasional secara menyeluruh, berkelanjutan, profesional, dan akuntabel bersama.
‎
“Jangan berpikir instan, jangan hanya mengejar hasil cepat, tetapi bangun fondasi kuat dari pembinaan usia muda di seluruh daerah,” pesannya tegas.
‎
Ahmad Syauqi Soeratno mencontohkan Spanyol dan Argentina sebagai finalis yang memiliki tradisi panjang membangun pemain sejak usia dini hingga tingkat profesional dunia.
‎
“Finalis memiliki tradisi pembinaan usia muda yang kuat, kompetisi berkualitas, serta pemain berpengalaman di liga terbaik dunia,” katanya menjelaskan kepada masyarakat.
‎
Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemain berbakat tanpa memperkuat akar pembinaan sepak bola sejak usia dini secara berjenjang dan berkesinambungan nasional.
‎
Ia menekankan daerah harus menjadi pusat lahirnya talenta-talenta baru yang kemudian berkembang melalui kompetisi sehat, transparan, dan memiliki akuntabilitas tinggi secara nasional.
‎
“Perkuat pembinaan daerah, tingkatkan kualitas kompetisi, dan bangun akuntabilitas. Dari situlah pemain besar Indonesia akan lahir,” ujar Syauqi optimistis.
‎
Setelah memiliki fondasi kuat, lanjutnya, pemain berbakat dapat melanjutkan pengembangan melalui kompetisi yang lebih maju di Eropa demi meningkatkan kualitas permainan mereka.
‎
“Tidak masalah berlatih atau berkompetisi di Eropa, asalkan fondasinya sudah kuat sejak pembinaan usia muda,” kata Syauqi menegaskan kembali.
‎
Ia meyakini kombinasi pembinaan berkualitas, kompetisi sehat, dan pengalaman internasional akan membawa Timnas Indonesia semakin kompetitif menghadapi persaingan sepak bola dunia mendatang.
‎
“Kami berharap suatu hari nanti masyarakat Indonesia menyaksikan Timnas Merah Putih berlaga di Piala Dunia dengan penuh kebanggaan,” tutup Ahmad Syauqi Soeratno.