Antisipasi Huru-Hara, KAI Daop 6 Yogyakarta Perkuat Kesiapan Pengamanan

‎FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Keamanan perjalanan kereta api tak boleh lengah. Daop 6 Yogyakarta kini memperkuat barisan petugas menghadapi potensi gangguan keamanan dan situasi darurat serius.
‎
Penguatan itu dilakukan melalui Pelatihan Penanganan Huru-Hara di Halaman Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api Daop 6 Yogyakarta, Selasa.(29/9/2026) secara intensif.
‎
Pelatihan tersebut menjadi langkah serius meningkatkan kompetensi petugas keamanan yang bertugas menjaga lingkungan perkeretaapian sebagai salah satu objek vital nasional strategis di Indonesia.
‎
Daop 6 menggandeng Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda DIY untuk memberikan pembekalan langsung kepada para petugas keamanan menghadapi beragam potensi gangguan keamanan lapangan.
‎
Para peserta tidak sekadar duduk mendengarkan teori. Mereka juga dibekali regulasi, strategi, taktik pengamanan, serta prosedur menghadapi situasi darurat di lapangan secara langsung.
‎
Situasi huru-hara menjadi salah satu skenario yang dilatih. Petugas dituntut mampu membaca keadaan, berkoordinasi, lalu mengambil tindakan secara cepat dan terukur tepat.
‎
Melalui simulasi taktis, kemampuan respons petugas diuji agar tidak terjadi kepanikan ketika keamanan dan ketertiban terganggu di area publik perkeretaapian secara mendadak.
‎
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menegaskan, peningkatan kompetensi personel keamanan merupakan bagian penting menjaga operasional sekaligus rasa aman pelanggan sehari-hari.
‎
“Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi para petugas keamanan untuk meningkatkan kemampuan, kesiapsiagaan, dan pemahaman menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan,” ujar Feni Novida Saragih.
‎
Feni juga mengapresiasi sinergi bersama Ditpamobvit Polda DIY yang memberikan pembekalan sekaligus simulasi secara langsung kepada para personel keamanan Daop 6 Yogyakarta.
‎
Menurut Feni, petugas keamanan merupakan garda terdepan dalam menciptakan lingkungan operasional yang aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat sekitar stasiun.
‎
Karena itu, kemampuan merespons situasi secara cepat, terukur, dan sesuai prosedur dinilai perlu terus diasah melalui pelatihan maupun simulasi berkala bersama kini kini kini.
‎
“Kami berharap seluruh petugas semakin profesional, sigap, dan mampu menerapkan prosedur pengamanan dengan baik di lapangan,” kata Feni dalam keterangannya kepada media.
‎
Pesan itu menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar kemampuan menghadapi kerumunan, tetapi juga kemampuan menjaga keselamatan operasional ketika situasi berubah mendadak di lapangan.
‎
Daop 6 ingin setiap petugas memahami pola koordinasi agar langkah pengamanan tidak berjalan sendiri, terutama ketika menghadapi situasi yang berpotensi meluas dan mengganggu.
‎
“Sinergi dengan aparat keamanan juga terus kami perkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani secara tepat,” tambah Feni dalam keterangannya.
‎
Menurut dia, respons yang tepat menjadi kunci agar gangguan keamanan tidak mengganggu keselamatan perjalanan kereta api maupun aktivitas masyarakat sekitar stasiun.
‎
Pelatihan tersebut sekaligus mempertemukan kebutuhan operasional perkeretaapian dengan kemampuan aparat dalam menangani ancaman keamanan pada ruang publik yang dinamis dan penuh tantangan.
‎
Materi dan simulasi diarahkan agar petugas memahami tindakan sesuai prosedur, bukan sekadar mengandalkan keberanian ketika berhadapan dengan situasi berisiko tinggi dan tidak terduga.
‎
Koordinasi menjadi bagian penting karena pengamanan objek vital membutuhkan respons terpadu, komunikasi jelas, serta pembagian peran ketika keadaan darurat benar-benar terjadi di lapangan.
‎
“Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api maupun aktivitas masyarakat di lingkungan stasiun dapat terjaga,” ujar Feni mengenai tujuan penguatan tersebut secara berkelanjutan.
‎
Kegiatan ini menjadi bagian penguatan koordinasi dan kesiapan personel Daop 6 Yogyakarta untuk mendukung kelancaran operasional perkeretaapian di wilayah kerjanya secara menyeluruh.
‎
Dengan pelatihan dan simulasi
‎berkelanjutan, Daop 6 menegaskan komitmen memperkuat kesiapan petugas agar keamanan perjalanan tetap terjaga menghadapi berbagai potensi gangguan mendatang.(waw)