Aksi Jilid II Mengemuka, Mahasiswa Desak Seluruh Fraksi DPRD DIY Hadir
FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Massa mahasiswa dari berbagai kampus akhirnya membubarkan diri dari halaman DPRD DIY, Jumat (19/6) petang, setelah sempat diwarnai ketegangan dengan aparat keamanan.
Meski aksi berakhir kondusif, Forum BEM DIY memastikan gelombang demonstrasi akan kembali digelar pekan depan dengan jumlah peserta yang lebih besar untuk menagih komitmen DPRD DIY.
Koordinator Umum Forum BEM DIY sekaligus koordinator aksi, Faturahman Djaguna, mengatakan hasil negosiasi menghasilkan kesepakatan bahwa mahasiswa akan diterima untuk audiensi pada aksi berikutnya.
“Tadi sudah disepakati kita datang dan harus masuk audiensi dan disepakati oleh DPR bahwasanya kita masuk seluruhnya, massa aksi,” ujar Faturahman usai demonstrasi.
Namun, menurutnya, situasi sempat memanas ketika massa bergerak menuju pintu gedung DPRD DIY.
“Pas kita maju untuk terobos ke dalam, ditahan dan kita dibenturkan dan kita ditahan oleh pihak keamanan,” katanya.
Ia mengungkapkan, semula mahasiswa diminta mengirim 50 perwakilan, tetapi saat sudah berada di depan pintu jumlah itu kembali dipersempit.
“Setelah kita masuk lagi di depan pintu, ditahan bahwa kita harus ada perwakilan 10 orang,” tegasnya.
Faturahman memastikan mahasiswa akan kembali turun ke jalan pada Selasa (23/6/2026) pekan depan dengan kekuatan massa yang lebih besar.
“Dijanjikan bahwa di hari Selasa kita akan turun galang massa dan eskalasi massa yang akan banyak untuk menagih komitmen menghadirkan seluruh fraksi yang ada di DPR,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Ini adalah komitmen dari DPR dan kita akan tagih. Janji itu yang akan kami pegang sampai hari Selasa.”
Dari pihak DPRD DIY, Sekretaris DPRD DIY, Yudi Ismono, menyatakan dirinya hanya bertugas menyampaikan hasil audiensi kepada pimpinan dewan.
“Sebatas lapor ke pimpinan bahwa negosiasinya Selasa akan kembali dan minta dihadirkan semua fraksi. Ya tugas saya sampai situ,” katanya.
Menurut Yudi, keputusan selanjutnya sepenuhnya berada di tangan pimpinan DPRD DIY.
“Semua nanti tergantung pada pimpinan karena alur politik dan prosedurnya dari pimpinan,” jelasnya.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB itu diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta.
Faturahman menyebut peserta berasal dari Forum BEM DIY bersama BEM Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Jenderal Achmad Yani, UCY, UST, Amikom, UPY, serta sejumlah kampus lainnya.
Mereka membawa spanduk, bendera, dan mobil pikap yang digunakan sebagai mimbar orasi untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengusung delapan tuntutan. Di antaranya mendesak pemerintah menurunkan harga BBM, mengkritisi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), mencabut UU TNI dan UU Polri, segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset serta Undang-Undang Masyarakat Adat, hingga mendesak lahirnya Undang-Undang Perlindungan Aktivis.
“Menolak kenaikan harga BBM karena berdampak langsung terhadap masyarakat dan kebutuhan pokok yang terus naik,” kata Faturahman.
Ia menegaskan seluruh tuntutan itu akan kembali disuarakan dalam aksi lanjutan pekan depan.(WAW)

