Afnan Pimpin Formatur Tapak Suci, Babak Baru Regenerasi Kepemimpinan Dimulai

‎FAJARLAMPUNG.COM, ‎Semarang – Sidang Tanwir Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi menetapkan sembilan anggota formatur, dipimpin perolehan suara M. Afnan Hadikusumo, Jumat (7/8/2026), Semarang.
‎
Penetapan sembilan formatur berlangsung melalui mekanisme sesuai tata tertib Muktamar. “Seluruh peserta menggunakan hak suara secara demokratis,” panitia menegaskan bersama.
‎
Proses pemungutan suara berjalan tertib, transparan, demokratis, serta menjunjung tinggi musyawarah. “Persaudaraan menjadi landasan utama seluruh tahapan,” ujar penyelenggara Muktamar resmi.
‎
M. Afnan Hadikusumo memperoleh 528 suara atau 8,56 persen.
‎
“Hasil ini mencerminkan kepercayaan peserta,” ungkap panitia Sidang Tanwir Muktamar bersama.
‎
Rony Syaifullah menempati posisi kedua dengan 510 suara.
‎
“Dukungan peserta menunjukkan semangat regenerasi organisasi,” kata salah seorang peserta usai sidang berlangsung.
‎
Posisi ketiga diraih M. Shiddiq dengan 452 suara. “Seluruh tahapan berlangsung terbuka tanpa hambatan berarti,” ujar panitia kepada seluruh peserta Muktamar.
‎
Jazim Ahmad memperoleh 386 suara, sedangkan M. Wafid Agung Novianto meraih 378 suara.
‎”Keduanya masuk formatur,” tegas pimpinan sidang resmi.
‎
Abas Akbar mengumpulkan 373 suara dan memastikan diri lolos. “Keputusan peserta menjadi amanah besar,” ungkap salah seorang anggota panitia Muktamar nasional.
‎
M. Sasmito Djati meraih 322 suara, disusul Mus Suherman dengan 313 suara.
‎
“Seluruh hasil diterima peserta,” ujar panitia penuh optimisme bersama.
‎Wiwoho Aji Santoso melengkapi sembilan formatur setelah memperoleh 310 suara.
‎
“Komposisi ini siap bekerja menyusun kepengurusan baru,” kata panitia Muktamar nasional.
‎
Sembilan formatur selanjutnya menggelar rapat menentukan susunan Pimpinan Pusat Tapak Suci periode mendatang. “Ketua Umum akan diputuskan bersama,” tegas panitia resmi.
‎
Pemilihan formatur menjadi tahapan strategis menentukan arah kepemimpinan organisasi lima tahun mendatang. “Keputusan formatur sangat menentukan,” ujar peserta penuh keyakinan bersama.
‎
Kepengurusan baru diharapkan melanjutkan program unggulan sekaligus menghadirkan inovasi.
‎
“Tapak Suci harus semakin maju, mandiri, dan mendunia,” tegas panitia Muktamar nasional.
‎
Tema Muktamar XVI mengusung “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia.” “Semangat pembaruan tetap berpijak pada tradisi,” ungkap peserta.
‎
Pembinaan prestasi, kaderisasi, serta dakwah melalui seni bela diri menjadi fokus kepengurusan mendatang. “Kami siap memperluas kiprah internasional,” kata panitia optimistis bersama.
‎
Muktamar XVI Tapak Suci diselenggarakan di Gedung Serba Guna Universitas Muhammadiyah Semarang pada Jumat, 7 Agustus 2026, dihadiri peserta berbagai wilayah nasional.
‎
Setelah rapat formatur rampung, Ketua Umum beserta jajaran Pimpinan Pusat Tapak Suci diumumkan. “Regenerasi kepemimpinan diharapkan membawa organisasi semakin berkemajuan,” tutup panitia.