Tunda Nikah Jadi Fokus Forum Anak Depok dalam Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

FAJARLAMPUNG.COM, ‎SLEMAN – Pemerintah Kapanewon Depok terus memperkuat perlindungan dan pemberdayaan anak melalui Pembinaan Forum Anak Kapanewon Depok yang digelar di Gedung Sasana Anglocitatama, Kabupaten Sleman, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan bertema “Masa Depan Cerah: Tunda Nikah, Cegah Stunting” ini diikuti 25 peserta dari unsur Forum Anak dan berbagai pemangku kepentingan.

Pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, serta pencegahan stunting melalui pendewasaan usia perkawinan.

Materi yang disampaikan mengusung tema “Gapai Bintang, Bukan Beban: Cegah Nikah Dini, Cegah Stunting, Wujudkan Masa Depan Gemilang”.

Mewakili Panewu Depok, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Fransiskus Suhyadi, SH, M.IP, menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama bagi anak dan remaja.

“Anak-anak memiliki hak untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita setinggi mungkin. Jangan sampai pernikahan usia dini menghambat pendidikan dan masa depan mereka.

‎”Dengan bekal pendidikan yang baik, mereka akan memiliki peluang memperoleh pekerjaan yang layak dan mampu membangun keluarga yang lebih sejahtera,” tegas Suhyadi.

Menurutnya, pernikahan pada usia yang belum matang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan.

“Ketidaksiapan finansial, ketidakmatangan emosional, hingga meningkatnya risiko stunting pada anak harus menjadi perhatian bersama.

Forum Anak harus menjadi wadah yang mendorong kegiatan positif, membentuk karakter, serta mengajak remaja memilih lingkungan pergaulan yang sehat sehingga mampu menjadi generasi pelopor perubahan di masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi edukasi, Psikolog Puspaga Kesengsem DP3AP2KB Sleman, Titi Pratiwi Widiyaningsih, S.Psi., menjelaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi.

“Kesiapan calon orang tua dari sisi kesehatan reproduksi, pendidikan, psikologis, dan ekonomi juga sangat menentukan.

‎”Menikah pada usia terlalu muda dapat meningkatkan risiko putus sekolah, gangguan kesehatan ibu dan bayi, hingga dampak sosial dan psikologis yang berkepanjangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Remaja perlu didorong untuk menggapai impian dan mempersiapkan masa depan terlebih dahulu.

Menunda pernikahan bukan berarti menunda kebahagiaan, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, pasangan, dan anak yang kelak dilahirkan.”

Melalui pembinaan ini, Forum Anak Kapanewon Depok diharapkan semakin kuat menjalankan perannya sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam pemenuhan hak anak.

Pemerintah berharap lahir generasi muda yang sadar akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan perencanaan hidup yang matang sehingga mampu mendukung percepatan penurunan stunting serta mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.(ADY)