Tingkatkan Literasi Keuangan, UMY dan UIN Walisongo Edukasi Masyarakat Banguntapan

FAJARLAMPUNG.COM, Bantul – Upaya mengatasi maraknya pinjaman online (pinjol) serta praktik riba terus dilakukan melalui penguatan literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Edukasi tersebut digelar dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Gedung PCM Jambidan, Banguntapan, Bantul, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan UIN Walisongo Semarang.

Sebanyak 30 peserta dari pengurus dan anggota Pengurus Cabang Aisyiyah Banguntapan Selatan mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Hadir sebagai narasumber Ani Yunita, SH., MH., dosen UMY; Riska Wijayanti, SH., MH., dosen UIN Walisongo Semarang; serta Dr. Drs. Suprihandono, MM., Kepala BMT Banguntapan.

Para pemateri menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang sistem keuangan syariah sebagai langkah pencegahan terhadap praktik riba dan jebakan pinjol.

Ani Yunita menilai rendahnya literasi keuangan masih menjadi salah satu penyebab masyarakat mudah terjebak tawaran pinjaman instan.

“Banyak masyarakat yang terjebak pinjaman online karena kurang memahami sistem keuangan dan risiko yang menyertainya. Karena itu, literasi keuangan syariah perlu terus diperkuat agar masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan,” ujarnya.

Sementara itu, Riska Wijayanti menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami berbagai jenis transaksi yang sesuai dengan prinsip syariah.

“Dalam keuangan syariah terdapat berbagai akad seperti murabahah, mudharabah, musyarakah hingga ijarah yang dapat menjadi alternatif transaksi yang halal dan aman,” jelasnya.

Senada dengan itu, Suprihandono menambahkan bahwa lembaga keuangan syariah dapat menjadi solusi bagi masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat lebih selektif dan berhati-hati dalam melakukan transaksi agar tidak terjerat praktik riba maupun pinjaman yang merugikan,” katanya. (waw)