Selamat Jalan Pejuang Wong Cilik: Rekam Jejak Pengabdian Gandung Pardiman Bagi Masyarakat

FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Kabar duka menyelimuti Yogyakarta setelah politikus senior Partai Golkar sekaligus anggota DPR RI, Drs. H.M. Gandung Pardiman, M.M., meninggal dunia Selasa (27/10/2026).
‎
‎Gandung Pardiman mengembuskan napas terakhir di RS Panti Rapih Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Gunungkidul dan berbagai kalangan yang mengenal perjuangan politiknya.
‎
‎Semasa hidup, Gandung dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Pengabdiannya menjadi bagian penting perjalanan politik dan pembangunan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
‎
‎Lahir di Bantul pada 25 Februari 1953, Gandung merintis perjalanan hidupnya dari bawah. Ia tumbuh melalui proses panjang sebelum menjadi politikus berpengaruh.
‎
‎Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Gandung mengawali pengabdian sebagai tenaga pendidik. Ia kemudian dipercaya menjadi kepala sekolah hingga dosen, membangun pengalaman bersama masyarakat.
‎
‎Perjalanan tersebut membentuk karakter Gandung yang dekat dengan kehidupan rakyat. Pengalaman di bidang pendidikan menjadi salah satu bekal penting dalam menjalankan pengabdian politiknya.
‎
‎Karier politik Gandung dimulai melalui Partai Golkar. Ia pernah menjabat Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul sebelum melanjutkan kiprahnya dalam kepemimpinan organisasi tingkat provinsi.
‎
‎Kepercayaan partai kemudian mengantarkannya memimpin DPD Golkar DIY. Posisi tersebut memperkuat perannya dalam dinamika politik Yogyakarta sekaligus memperluas ruang perjuangan aspirasi masyarakat.
‎
‎Gandung juga pernah menjabat Wakil Ketua DPRD DIY periode 2004–2009. Pengalaman legislatif daerah itu menjadi bagian penting perjalanan panjangnya memperjuangkan kepentingan masyarakat.
‎
‎Kariernya berlanjut ke tingkat nasional ketika dipercaya menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan DIY. Ia menjalankan amanah tersebut hingga periode 2024–2029.
‎
‎Sebagai legislator, Gandung membawa pengalaman panjang berinteraksi dengan masyarakat. Perjalanan hidupnya menjadi pengingat bahwa pengabdian politik membutuhkan ketekunan, keberanian, serta kesetiaan terhadap aspirasi rakyat.
‎
‎Bagi masyarakat Gunungkidul, Gandung bukan sekadar politikus senior. Namanya melekat pada perjalanan panjang pengabdian seorang tokoh yang meniti karier dari dunia pendidikan menuju parlemen nasional.
‎
‎Kini, perjalanan pengabdian tersebut telah berakhir. Kepergian Gandung meninggalkan ruang kehilangan bagi keluarga, sahabat, rekan seperjuangan, serta masyarakat yang mengikuti kiprahnya selama puluhan tahun.
‎
‎Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, Dukuh Kerjo II, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Keluarga dan pelayat berkumpul memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
‎
‎Rencananya, Gandung Pardiman akan dimakamkan di pemakaman keluarga pada Selasa sore, pukul 17.00 WIB. Prosesi pemakaman menjadi momen perpisahan bagi keluarga dan para pelayat.
‎
‎Kepergian tokoh senior ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya meneruskan semangat pengabdian kepada masyarakat. Perjuangan membela kepentingan rakyat membutuhkan komitmen lintas generasi.
‎
‎Meski telah berpulang, rekam jejak Gandung tetap menjadi bagian dari sejarah politik Yogyakarta. Perjalanan dari tenaga pendidik hingga anggota DPR RI mencerminkan ketekunan panjang.
‎
‎Doa dan penghormatan mengiringi kepergian almarhum. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilaf, serta menempatkannya dalam keadaan husnul khatimah.
‎
‎Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan menghadapi kehilangan. Dukungan serta doa dari berbagai kalangan diharapkan menjadi penguat dalam masa berduka.
‎
‎Selamat jalan, Gandung Pardiman. Jejak pengabdian dan perjuanganmu untuk wong cilik akan terus dikenang masyarakat Yogyakarta. Al-Fatihah, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.(waw)