Benteng Budaya Jawa! Susanto Resmikan Sanggar Punokawan 2 demi Jaga Kelestarian Gamelan

‎FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, meresmikan Sanggar Punokawan 2 sebagai upaya memperkuat pelestarian seni dan budaya Jawa.
‎
‎Peresmian tersebut diharapkan menjadi langkah nyata untuk menjaga kesenian tradisional Yogyakarta agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
‎
‎Susanto Dwi Antoro menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian budaya melalui dukungan sarana kesenian bagi masyarakat di sejumlah kelurahan.
‎
‎Ia telah memberikan tujuh perangkat gamelan kepada tujuh kelurahan, termasuk Sanggar Punokawan 2, untuk mendukung kegiatan seni karawitan.
‎
‎Susanto berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan semangat seniman, penggiat budaya, dan generasi muda untuk terus belajar serta berkarya.
‎
‎“Semoga dukungan ini menjadi penyemangat bagi para seniman, penggiat budaya, dan generasi muda untuk terus belajar, berkarya, serta mencintai seni karawitan,” demikian harapan Susanto yang disampaikan dalam pesan peresmian sanggar.
‎
‎Menurut Susanto, keberadaan sanggar budaya dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk merawat tradisi sekaligus mengenalkan kesenian Jawa kepada generasi penerus.
‎
‎Sanggar Punokawan 2 diharapkan menjadi ruang bagi seniman dan masyarakat untuk mengembangkan kreativitas serta menjaga keberlangsungan seni karawitan.
‎
‎Dukungan perangkat gamelan juga diharapkan mempermudah kegiatan latihan, pembelajaran, dan pengenalan kesenian tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
‎
‎Dalam pesannya mengenai pelestarian budaya, seorang abdi dalem menekankan bahwa menjaga warisan leluhur merupakan tanggung jawab bersama.
‎
‎Abdi dalem tersebut menyampaikan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban agar tradisi tetap hidup dan tidak kehilangan penerus.
‎
‎“Budaya Yogyakarta harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” demikian pesan abdi dalem tersebut mengenai pentingnya mempertahankan tradisi.
‎
‎Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai luhur dan tradisi para leluhur perlu diwariskan kepada generasi mendatang agar tetap menjadi bagian kehidupan masyarakat.
‎
‎Menurut abdi dalem tersebut, upaya nguri-uri kabudayan Jawi perlu diwujudkan melalui kepedulian, pembelajaran, dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kebudayaan.
‎
‎Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui seremoni, tetapi juga membutuhkan kegiatan nyata yang memberi kesempatan kepada generasi muda untuk belajar dan berkarya.
‎
‎Melalui Sanggar Punokawan 2, masyarakat diharapkan semakin mudah mengenal seni karawitan serta memahami nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
‎
‎Keberadaan sanggar juga berpotensi mempererat hubungan antargenerasi melalui kegiatan kesenian yang melibatkan seniman, masyarakat, dan anak-anak muda.
‎
‎Dukungan sarana berupa gamelan menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan kegiatan seni tradisional di lingkungan masyarakat.
‎
‎Masyarakat pun diajak menumbuhkan kecintaan terhadap budaya leluhur melalui pembelajaran kesenian, pemeliharaan tradisi, dan partisipasi dalam kegiatan budaya.
‎
‎Semangat nguri-uri kabudayan Jawi menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas masyarakat Yogyakarta.
‎
‎Dengan dukungan berbagai pihak, Sanggar Punokawan 2 diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya Jawa sekaligus mewariskannya kepada generasi mendatang.(waw)