Lestarikan Budaya Jawa, Uswatun Hasanah Bangun Musala dan Rumah Yatim

FAJARLAMPUNG.COM, Bantul – Musala dan Rumah Yatim Piatu Uswatun Hasanah resmi didirikan di atas tanah wakaf, Sabtu (10/10/2026), untuk memperkuat keagamaan, sosial, dan budaya.
‎
Pendirian fasilitas tersebut menjadi langkah nyata membangun kepedulian terhadap anak yatim piatu sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa dan keindonesiaan sejak dini.
‎
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dian Asyafutul Khoiriyah yang berlangsung khidmat.
‎
Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu dan generasi muda.
‎
Pendiri yayasan, KPH Ir. Nurdiantoro, Darmaningrat, menyampaikan sambutan bersama Pembina Yayasan Wahab dalam kegiatan yang mengedepankan semangat pengabdian kepada masyarakat.
‎
Kehadiran musala dan rumah yatim ini diharapkan memperluas ruang pembinaan keagamaan sekaligus menghadirkan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter, kepedulian, dan kebersamaan.
‎
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bantul, Pambudi Arifin Rahman, S.I.P., turut hadir mewakili Bupati Bantul dalam acara pendirian fasilitas tersebut.
‎
Dalam sambutannya, Pambudi menyampaikan apresiasi dan dukungan pemerintah daerah terhadap berdirinya fasilitas Uswatun Hasanah yang menggabungkan kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial.
‎
Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi pengelola untuk mengembangkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata, terutama bagi anak-anak yatim piatu dan masyarakat sekitar.
‎
Sambutan berikutnya disampaikan Mayjen TNI Tugino, S.Sos., S.H., M.M., yang menjabat Oditur Jenderal TNI dan turut menghadiri momentum penting tersebut.
‎
Pendirian Uswatun Hasanah tidak hanya diarahkan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pengembangan kegiatan sosial yang berpijak pada kekayaan budaya setempat.
‎
Kawasan Pleret dipilih dengan pertimbangan sejarahnya yang erat dengan perjalanan kebudayaan Jawa, terutama pada masa pemerintahan Sultan Agung.
‎
Pengelola berharap nilai sejarah tersebut dapat menjadi inspirasi untuk membangun generasi muda yang mengenal akar budaya, menghargai tradisi, dan mencintai Indonesia.
‎
Melalui pembinaan anak-anak yatim piatu, Uswatun Hasanah berupaya menanamkan nilai keagamaan sekaligus memperkenalkan kebudayaan Jawa sebagai bagian penting identitas bangsa.
‎
Anak-anak diharapkan memperoleh lingkungan yang mendukung pertumbuhan karakter, memperkuat kepercayaan diri, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya.
‎
Pelestarian budaya menjadi perhatian tersendiri karena generasi muda dinilai perlu mengenal warisan leluhur agar mampu menjaga keberlangsungannya di tengah perubahan zaman.
‎
Sebagai simbol awal pembangunan, panitia melaksanakan penanaman dua pohon yang melibatkan tokoh-tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut.
‎
Mayjen TNI Tugino menanam satu pohon sebagai simbol harapan tumbuhnya semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.
‎
Sementara itu, satu pohon lainnya ditanam di area luar oleh Ketua Basarnas DIY sebagai bagian dari simbolisasi penanaman awal.
‎
Penanaman pohon tersebut diharapkan mencerminkan komitmen bersama untuk merawat lingkungan sekaligus membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
‎
Keberadaan musala dan rumah yatim ini diharapkan memperkuat sinergi masyarakat dalam mengembangkan kegiatan keagamaan, sosial, dan pelestarian budaya lokal.
‎
Melalui langkah tersebut, Uswatun Hasanah diharapkan menjadi ruang pembinaan yang menumbuhkan generasi berakhlak, peduli sesama, serta bangga terhadap budaya Jawa dan Indonesia.(ady(