Sleman Kejar Target IKPS, Perubahan Perilaku Masyarakat Jadi Kunci

‎FAJARLAMPUNG.COM, SLEMAN – Upaya meningkatkan Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah (IKPS) terus digenjot di berbagai daerah.
‎
Peran penyuluh lingkungan hidup dan fasilitator kini disebut sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
‎
“Mereka menjadi penghubung utama antara kebijakan dan praktik di lapangan,” ujar Kharisma Nur Hafizah dalam Workshop Training of Trainer (TOT) P3S Sleman 2026, Rabu (8/4/2026).
‎
Dalam kegiatan yang diikuti 33 peserta dari wilayah Sleman Barat itu, Risma—sapaan akrabnya—menekankan pentingnya IKPS sebagai indikator kinerja pemerintah.
‎
“IKPS ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas capaian pengelolaan sampah,” tegasnya.
‎
Ia menyebut, IKPS juga menjadi acuan utama dalam evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
‎
Risma memaparkan, nilai IKPS Kabupaten Sleman tahun 2025 baru mencapai 47,7 atau masih di bawah target di atas 50.
‎
Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya bergantung pada infrastruktur semata.
‎
“Partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan nilai IKPS,” jelasnya.
‎
Ia menegaskan, penyuluh dan fasilitator memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik.
‎
“Mereka turun langsung ke masyarakat, memberikan edukasi, sekaligus memastikan program berjalan konsisten,” ujarnya.
‎
Edukasi yang dilakukan meliputi pemilahan sampah, pengurangan plastik, hingga pengolahan limbah rumah tangga berbasis komunitas.
‎
Meski begitu, berbagai tantangan masih membayangi, mulai dari keterbatasan tenaga hingga luasnya wilayah kerja.
‎
“Perlu dukungan kebijakan yang kuat, peningkatan kapasitas SDM, serta pemanfaatan teknologi agar penyuluhan lebih efektif,” tandasnya.
‎
Ia berharap penguatan peran penyuluh dan fasilitator mampu mendorong IKPS mencapai target serta mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. (andriyani)