Workshop Tepung Mocaf Dorong Pemanfaatan Singkong Bernilai Ekonomi di Ciparahu
FAJARLAMPUNG.COM, Cihara – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Tahun 2026 menggelar workshop pembuatan tepung mocaf di Kampung Pasir Nangka RT 01 RW 01 Desa Ciparahu Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak (23/1/2026) pukul 13.00 WIB, bertempat di rumah H. Jahir.
Kegiatan ini menyasar ibu ibu Kampung Pasir Nangka Desa Ciparahu dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Workshop ini mengangkat pengolahan singkong menjadi tepung mocaf atau modified cassava flour sebagai alternatif bahan pangan bebas gluten.
Tepung mocaf merupakan tepung berbahan dasar singkong yang diproses melalui fermentasi sehingga menghasilkan tekstur lebih halus dan aroma lebih netral dibanding tepung singkong biasa. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti tepung terigu untuk berbagai olahan pangan rumah tangga.
Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai jual singkong yang selama ini hanya dipasarkan dalam kondisi mentah. Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan petani singkong yang terbatas. Selain itu, variasi produk olahan singkong di tingkat rumah tangga masih terbatas sehingga pemanfaatan singkong belum optimal.
Ketua pelaksana kegiatan, Mella Listyawan, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai jual singkong melalui produk olahan yang memiliki nilai tambah.
“Pembuatan tepung mocaf kami dorong sebagai alternatif produk olahan singkong yang bernilai. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan dampak ekonomi bagi desa. Mocaf dipilih karena memiliki potensi pasar dan mudah diproduksi oleh warga,” ujarnya.
Materi workshop mencakup proses pemilihan dan pengirisan singkong, fermentasi singkong, penjemuran dan penggilingan, pengayakan, hingga pengemasan tepung mocaf. Peserta mengikuti seluruh tahapan secara langsung sehingga memahami proses produksi dari awal hingga siap jual.
Salah satu peserta, Ade Mulyani, menilai kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi warga. Ia menyebut pelatihan ini menambah keterampilan ibu ibu dalam mengolah singkong serta membuka peluang usaha rumah tangga.
“Pelatihan ini menambah pengetahuan kami tentang cara mengolah singkong agar bernilai jual. Kami jadi punya peluang untuk menambah penghasilan keluarga dan tidak hanya menjual singkong mentah,” ujarnya.
Melalui workshop ini, warga Desa Ciparahu memperoleh keterampilan pengolahan singkong menjadi produk bernilai ekonomi, akses bahan pangan yang lebih aman, serta peluang sumber pendapatan tambahan dari penjualan tepung mocaf.
Program pembuatan tepung mocaf menjadi upaya penguatan kemandirian pangan desa, pengurangan ketergantungan terhadap tepung terigu, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal Desa Ciparahu.(*)

