Yogyakarta

Transformasi Administrasi Kependudukan: Yogyakarta Dorong Implementasi IKD sebagai Fondasi Smart City

FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan target 50.000 warga beralih dari KTP-el fisik menuju identitas digital.

‎Kepala Dindukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki, menegaskan bahwa transformasi ini menjadi “langkah penting menuju layanan publik yang makin cepat dan terintegrasi”.

‎Ia menambahkan, “IKD adalah fondasi smart city yang harus kita dorong bersama.”

‎Program percepatan ini tak hanya menyiapkan modernisasi data kependudukan, tetapi juga membangun ekosistem layanan publik digital yang lebih aman dan efisien.

‎Septi menekankan bahwa IKD mampu menyimpan KTP, KK, hingga dokumen kependudukan lain dalam satu aplikasi.

‎“Keamanannya berlapis, aksesnya mudah, dan validasinya lebih cepat,” ujarnya menegaskan manfaatnya.

‎Antusiasme warga terlihat dalam layanan akhir pekan yang dibuka setiap Sabtu–Minggu selama November.

‎Warga memadati kantor Dindukcapil untuk memanfaatkan layanan “jemput bola” tersebut.

‎“Kami sengaja membuka layanan di hari libur agar masyarakat pekerja tetap bisa mengaktifkan IKD tanpa mengganggu rutinitas mereka,” kata Septi.

‎Ia memastikan proses aktivasi berlangsung “gratis, aman, dan hanya beberapa menit”.

‎Meski demikian, keraguan warga masih muncul karena belum semua instansi menerima IKD sebagai dokumen resmi.

‎Beberapa warga mengaku tetap membawa KTP-el fisik untuk berjaga-jaga. Menanggapi hal itu, Septi menegaskan bahwa edukasi publik terus digencarkan.

‎“Kami ingin masyarakat memahami bahwa IKD adalah masa depan administrasi kependudukan. Ini bukan sekadar tren digital, melainkan kebutuhan,” ujarnya.

‎Pemerintah berharap target 50.000 pengguna aktif IKD mampu mendorong terwujudnya Yogyakarta sebagai kota digital yang lebih efisien dan terintegrasi.

(waw)