Program “Amphibi Peduli TJSL Ramadan”, AMPHIBI Gandeng Perusahaan Bantu Pemulung dan Dhuafa
FAJARLAMPUNG.COM, Bekasi – Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dengan merangkul para pelaku usaha untuk peduli terhadap masyarakat di bulan Ramadhan khususnya para kaum Dhuafa dan Pemulung.
TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia, antara lain:
– Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT): Pasal 74 UU PT mengatur tentang kewajiban perseroan untuk melaksanakan TJSL.
– Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal: Pasal 15 UU Penanaman Modal mengatur tentang kewajiban penanam modal untuk melaksanakan TJSL.
– Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas: Peraturan ini mengatur tentang pelaksanaan TJSL oleh perseroan terbatas.
– Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023 tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara: Peraturan ini mengatur tentang pelaksanaan TJSL oleh BUMN.
– Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2018 tentang Pedoman Penerapan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bagi Usaha dan/atau Kegiatan di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Peraturan ini mengatur tentang pedoman penerapan TJSL bagi usaha dan/atau kegiatan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
Pada momen Ramadhan 1447 H Tahun 2026, di Sumatera Utara AMPHIBI menggandeng PT.Musim Mas dalam berbagi produk Minyak Goreng M&M dan paket sembako dari PT.ARUM dan PT.AJLM serta PT.Hazmad Tecno Indonesia.
Sementara di Bekasi Jawa Barat, AMPHIBI menggandeng PT.Miekie Oleo Nabati Industri, PT.Multi Sari Sedap dan PT.KMA.
AMPHIBI juga melakukan kolaborasi dengan David Tan Sulaiman Ketua Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumut selaku penyedia beras kemasan 5 kg.
Ketua umum Amphibi Agus Salim Tanjung (AST) mengatakan sebanyak 400 paket bingkisan yang berisi Beras 5 kg, Minyak Goreng,Kecap, Saos, syrop dan lemon tea didistribusikan secara serentak di berbagai titik diantaranya ke Pemulung di TPA Bantar Gebang dan TPA Sumur Batu Kota Bekasi, Pemulung di TPA Burangkeng Kab.Bekasi dan Lansia korban terdampak banjir Ciliwung di Pejaten Pasar Minggu Jakarta Selatan, para kaum Dhuafa di tambun Bekasi dan Posko Mudik di kali malang kab.bekasi.
Sementara di Sumatera Utara AMPHIBI mendistribusikan TJSL Ramadhan untuk Pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Liar (TPSL) di Sei Rotan dan TPS Liar di Desa Bandar Klippa kec.percut Sei tuan serta seratusan kaum Dhuafa dan anggota Amphibi di Kantor wilayah Amphibi Sumatera Utara di Desa Kolam kec.percut Sei Tuan kab.deli Serdang pada,
Minggu, (15-03-2026).
AST juga mengatakan bahwa aksi sosial kemasyarakatan yang diberi nama “Amphibi Peduli TJSL Ramadhan” dilakukan rutin setiap tahun menjelang Idul Fitri.
Tujuan kegiatan ini untuk menciptakan kepedulian lingkungan yang lebih luas di tengah masyarakat serta menunjukkan komitmen AMPHIBI dalam menyatukan aksi sosial dan perbaikan lingkungan hidup ,”tutur AST.
Sementara Narpan Apong – Ketua Komunitas Pemulung Bantargebang Sejahtera (KPBS) menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga Lingkungan Hidup AMPHIBI atas kepeduliannya dalam berbagi sembako kepada para pemulung di sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu kota Bekasi.
“Semoga ke depannya AMPHIBI makin sering hadir dan terus peduli kepada para pemulung yang setiap harinya berjuang mengurangi sampah,” ujar pria yang akrab disapa Apong ini.
Di TPA Burangkeng Kab.Bekasi, Narta Nurhata – Ketua Komunitas Pemulung dan Pelapak Pilah Burangkeng (KP3B), turut mengapresiasi langkah nyata Lembaga Lingkungan Hidup AMPHIBI yang telah berbagi sembako kepada para pemulung di sekitar TPA Burangkeng, dan berharap perhatian seperti ini dapat terus diberikan secara berkelanjutan.
“Terima kasih AMPHIBI. Bantuan ini benar-benar terasa bagi kami, apalagi buat kawan-kawan yang hidupnya bergantung dari sampah,” kata pria yang akrab disapa Konang tersebut.
(*)

