Perkuat Partisipasi Politik Pemuda, Bakesbangpol Yogyakarta Pilih Duta Demokrasi
FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta menggelar Pemilihan Duta Demokrasi Tahun 2026 dengan tujuan mengangkat peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam memperkuat tatanan demokrasi di daerah. Program ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi politik pemuda, yang hingga kini masih belum optimal meskipun jumlahnya cukup signifikan.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Kabid Poldagri dan Ormas) Bakesbangpol Kota Yogyakarta, Polana Setiya Hati, S.Si., M.M., mengungkapkan bahwa berdasarkan data Kota Yogyakarta Dalam Angka 2024, sebanyak 44,5 persen penduduk berusia 15-40 tahun. Potensi ini menjadi modal penting untuk penguatan demokrasi jika dikelola dengan tepat.
“Kajian bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan partisipasi pemilih muda pada Pilkada 2024 masih rendah. Banyak di antara mereka yang belum memanfaatkan hak pilihnya, sehingga kami perlu program yang mampu meningkatkan kesadaran politik mereka,” ujarnya dalam konferensi pers di Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian.
Pada tahun ini, Program Duta Demokrasi mengalami reformulasi agar lebih berdampak. Duta yang akan dipilih akan dibagi menjadi dua unsur: unsur kewilayahan dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta, dan unsur sekolah yang diwakili oleh pengurus Forum Komunikasi Pengurus OSIS dari SMA dan SMK sejenis.
Selain itu, Bakesbangpol juga bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait, termasuk organisasi kepemudaan dan lembaga disabilitas, untuk memastikan literasi demokrasi menjangkau semua kalangan, termasuk kelompok rentan.
“Kami menerapkan pendekatan inklusif karena demokrasi yang baik harus bisa dirasakan oleh semua orang,” tambah Polana.
Para Duta Demokrasi terpilih akan menjalankan peran sebagai edukator, motivator, mediator aspirasi, serta agen anti-hoaks di kalangan generasi muda. Pendekatan yang digunakan adalah pendidikan sebaya (peer education) agar pesan demokrasi lebih mudah diterima dan dipahami.
Pendaftaran untuk unsur kewilayahan telah dibuka sejak 19 Januari dan akan ditutup pada 3 Februari 2026. Syarat peserta adalah berdomisili, bersekolah, atau berkuliah di Kota Yogyakarta, berusia 17-40 tahun, dan memiliki pengalaman kegiatan sosial kemasyarakatan.
Peserta diwajibkan mengirimkan formulir pendaftaran, CV, esai bertema “Kontribusiku untuk Demokrasi Kota Yogyakarta”, serta akun media sosial untuk verifikasi jejak digital. Seleksi akan melalui tahap administrasi dan wawancara mendalam, dengan target terpilihnya 36 Duta Demokrasi.
Pengukuhan akan dilakukan pada 13 Februari 2026 di Balai Kota Yogyakarta, diikuti dengan pelatihan kapasitas tentang pendidikan politik, demokrasi, budaya politik, dan antikorupsi. Meskipun bersifat relawan, para duta akan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi politik di lingkungan sekolah dan masyarakat. (aga)

