Yogyakarta

Pelatihan Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Anak Digelar UMY di Kota Yogyakarta

‎FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan dan workshop deteksi dini gangguan perkembangan anak bagi guru PAUD dan kader Posyandu di Ketanggungan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini digelar sebagai respons atas masih minimnya literasi pendidik terkait pemantauan perkembangan anak usia dini, khususnya rentang usia 0–6 tahun.

Sejalan dengan itu, pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan pengajar PAUD dalam mengenali perkembangan motorik, bahasa, dan sosial-emosional anak.

Tim Pengabdian Masyarakat UMY yang terdiri dari dosen dan dokter spesialis anak bekerja sama dengan Universitas Aisyiyah, PAUD Wira Melati 11, serta Posyandu Asem Kawak 11 untuk memastikan materi mudah dipahami dan aplikatif.

Sementara itu, Koordinator Tim Pengabdian Masyarakat UMY, dr.M Bambang Edi Susyanto, Sp.A, M.Kes, menegaskan kegiatan ini lahir dari kebutuhan riil warga.

“Hari ini kami menggelar workshop peningkatan literasi keterampilan deteksi dini gangguan perkembangan anak. Sasarannya guru PAUD, kader Posyandu, sekaligus parenting bagi orang tua,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa banyak kasus keterlambatan perkembangan anak terlambat ditangani karena kurangnya pemahaman dasar.

“Ini aspirasi warga. Kami menjawabnya dengan pelatihan yang langsung menyentuh kebutuhan lapangan,” katanya.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.

Dengan keterlibatan aktif guru PAUD dan kader Posyandu, deteksi gangguan perkembangan dapat dilakukan lebih cepat, sehingga intervensi tidak lagi terlambat.

(waw)