Musibah Angin Kencang di Pandeglang, Sembilan Siswa SMAN 6 Alami Luka-luka
FAJARLAMPUNG.COM, Pandeglang — Angin kencang yang melanda Kabupaten Pandeglang pada Sabtu pagi mengakibatkan sebuah tiang penyangga baliho roboh dan menimpa sejumlah siswa di halaman Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Pandeglang. Peristiwa tersebut menyebabkan sembilan siswa kelas XII mengalami luka-luka saat mengikuti kegiatan dokumentasi angkatan.
Pengawas Sekolah (Panwas) SMAN 6 Pandeglang, Dade, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 09.15 WIB, Sabtu (24/1/2026). Tiang penyangga atau rijing baliho berukuran sekitar 10 meter x 10 meter roboh akibat terpaan angin kencang.
“Tiang penyangga baliho runtuh dan menimpa sembilan siswa yang sedang mengikuti kegiatan dokumentasi angkatan di halaman sekolah. Kegiatan tersebut langsung dihentikan,” ujar Dade saat ditemui awak media.
Ia menyebutkan, kegiatan dokumentasi angkatan tersebut diikuti 291 siswa dari total 321 siswa kelas XII. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden itu menyebabkan tujuh siswa mengalami luka ringan dan dua siswa lainnya mengalami luka cukup serius.
“Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Berkah Kabupaten Pandeglang untuk mendapatkan perawatan medis. Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia,” katanya.
Dade menambahkan, kegiatan dokumentasi angkatan merupakan agenda rutin tahunan yang diinisiasi oleh siswa kelas XII dan dibiayai dari iuran bersama. Pihak sekolah, kata dia, hanya memberikan izin dan tetap melakukan pengawasan.
“Setelah kejadian ini, pihak sekolah bertanggung jawab penuh terhadap para korban hingga ada hasil penyelidikan dari kepolisian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah akibat faktor alam. “Kami tidak sepenuhnya menyalahkan pihak vendor karena kejadian ini murni disebabkan oleh cuaca ekstrem,” tambahnya.
Sementara itu, Agung, pihak vendor sekaligus pemilik peralatan dokumentasi, menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Kami siap menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang terluka hingga sembuh. Kesepakatan ini telah dimusyawarahkan bersama pihak sekolah, fotografer, dan orang tua siswa,” ungkap Agung.
Di tempat terpisah, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pandeglang, Aan, mengatakan bahwa peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan. Namun, hasil sementara menunjukkan insiden terjadi akibat faktor alam.
“Diduga kuat penyebabnya adalah angin kencang yang mengakibatkan tiang penyangga baliho roboh. Ini murni musibah,” jelasnya.
Aan juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. “Segera laporkan jika ada pohon atau bangunan yang berisiko roboh agar dapat ditangani lebih awal,” pungkasnya. (Denni)

