Kasus DBD di Bandar Lampung Menurun, Dinkes Fokus pada Pemberantasan Sarang Nyamuk

FAJARLAMPUNG.COM, Bandar Lampung — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mencatat adanya penurunan signifikan kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2025. Tren positif ini diklaim sebagai hasil dari masifnya pelaksanaan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di berbagai wilayah kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat dan kegiatan PSN berbasis komunitas menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus DBD.

“Upaya yang efektif dalam mencegah DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M oleh setiap warga masyarakat di lingkungan rumah masing-masing,” ujar Muhtadi, Sabtu (25/10/2025).

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan PSN, pihaknya melakukan penyuluhan intensif kepada masyarakat tentang pentingnya langkah 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Penyuluhan ini melibatkan kader posyandu, tenaga kesehatan puskesmas, serta aparatur kelurahan agar edukasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Penyuluhan ini sangat penting karena pencegahan penyebaran DBD harus berawal dari rumah tangga. Kalau lingkungan rumah bersih dan bebas genangan air, risiko penularan bisa ditekan,” tambahnya.

Selain PSN, Dinkes juga melaksanakan penyelidikan epidemiologi terhadap setiap kasus DBD yang ditemukan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sumber penularan dapat segera diatasi. Jika dari hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan kasus positif, barulah dilakukan fogging fokus di area sekitar pasien.

“Fogging dilakukan jika ada kasus DBD berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium. Jadi, kami tidak asal fogging, tetapi berdasarkan data,” jelas Muhtadi.

Berdasarkan data Dinkes Kota Bandar Lampung, jumlah kasus DBD terbanyak terjadi pada Januari 2025 dengan 58 kasus, namun terus menurun pada bulan-bulan berikutnya: Februari 57 kasus, Maret 49 kasus, April 46 kasus, Mei 42 kasus, Juni 31 kasus, Juli 26 kasus, Agustus 28 kasus, dan terendah pada September hanya 20 kasus.

Muhtadi menegaskan, penurunan ini menunjukkan efektivitas program PSN dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami bersyukur kasus DBD terus menurun setiap bulan. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama menjelang musim hujan,” tutupnya.(*)