Dalam sambutannya, Sardi menekankan bahwa Kampoeng Takjil tidak semata menjadi ajang kuliner musiman, melainkan ruang promosi strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kampoeng Takjil ini adalah panggung bagi UMKM untuk menunjukkan kualitas produknya. DPRD mendukung setiap inisiatif yang mampu menggerakkan ekonomi warga,” ujar Sardi.
Menurut dia, kegiatan serupa perlu diperluas sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi kreatif selama Ramadan 1447 Hijriah. Sinergi antara pelaku usaha, penyelenggara, dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis masyarakat.
Kegiatan yang diinisiasi Kreasi Tiga Promosindo bersama komunitas UMKM Bekasi Selatan itu melibatkan puluhan pelaku usaha. Mereka menghadirkan beragam produk khas Ramadan, mulai dari aneka takjil tradisional hingga kuliner kekinian yang menarik minat pengunjung.
Usai seremoni pembukaan, Ketua DPRD bersama unsur Muspika Bekasi Selatan meninjau stan-stan UMKM dan berdialog dengan para pelaku usaha. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua DMI Bekasi Selatan Moch Sodik sebagai penanda dimulainya festival kuliner tersebut.
Turut hadir Camat Bekasi Selatan, Lurah Pekayon Jaya, perwakilan Kapolsek dan Danramil Bekasi Selatan, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Melalui momentum Ramadan, pemerintah daerah dan DPRD berharap geliat ekonomi warga meningkat dan memberi dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan UMKM di Kota Bekasi. (red)