HS Gelar Program Mudik Gratis bagi Perantau dalam Rangkaian Ramadan

FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA — Program mudik gratis bertajuk HS Mudik kembali digelar tahun ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan dari HS. Program ini memberikan kesempatan bagi para perantau untuk pulang ke kampung halaman tanpa perlu memikirkan biaya perjalanan menjelang Hari Raya Idulfitri.

PIC Event HS, Ellya Renaldi, menjelaskan bahwa HS Mudik merupakan salah satu dari beberapa program yang disiapkan selama bulan Ramadan. Selain mudik gratis, HS juga menghadirkan program lain seperti Hadroh dan Sholawat, serta agenda hiburan yang akan digelar pada April mendatang bertajuk Hey Slank di Malang.

Pada penyelenggaraan tahun ini, HS Mudik memberangkatkan 200 peserta dengan tiga rute tujuan utama, yakni Bandar Lampung, wilayah Jabodetabek, dan Pamekasan, Madura.

Rute terjauh menuju Lampung diperkirakan menempuh perjalanan cukup panjang karena rombongan akan singgah di sejumlah kota. Berdasarkan itinerary yang disusun panitia, perjalanan tersebut melintasi sekitar 15 kota sebelum akhirnya tiba di Lampung pada 15 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Perjalanan menuju Lampung juga akan dilanjutkan menggunakan kapal penyeberangan. Seluruh fasilitas perjalanan tersebut diberikan secara gratis kepada para peserta yang telah terdaftar dalam program HS Mudik.

Ellya berharap program ini tidak hanya membantu para perantau pulang ke kampung halaman, tetapi juga membawa semangat kebersamaan di bulan suci.

“Harapannya kita semua bisa merasakan Lebaran yang benar-benar penuh makna. Kita bisa merasakan kembali kesucian Idulfitri dan juga kasih karunia Allah. Kami juga berharap Bapak Surya yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit bisa segera pulih dan kembali sehat,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta mudik gratis, Ahmad Fauzi, mahasiswa asal Madura, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, biaya perjalanan pulang kampung biasanya menjadi salah satu beban bagi para perantau.

“Pastinya senang sekali karena biasanya kita harus mengumpulkan uang untuk mudik. Sekarang ada program gratis seperti ini jadi sangat membantu,” ujar Fauzi.

Ia juga menilai proses pendaftaran program mudik tersebut cukup mudah dan tidak berbelit-belit. Bahkan bagi peserta yang mendaftar paling cepat, tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi.

“Kalau 20 pendaftar tercepat bahkan tidak ada syarat sama sekali. Setelah itu baru ada ketentuan membawa lima bungkus rokok HS. Jadi sebenarnya sangat mudah,” jelasnya.

Fauzi berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar setiap tahun dengan kuota yang lebih besar dan jangkauan daerah yang lebih luas.

“Semoga ke depannya program seperti ini bisa rutin diadakan tiap tahun dan pesertanya bisa lebih banyak. Kalau bisa rutenya juga semakin luas supaya lebih banyak orang yang merasakan manfaatnya,” katanya. (Aga)