Dukung Kelancaran Mudik, PMI Yogyakarta Operasikan Dua Posko Kesehatan 24 Jam
FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta menyiapkan dua posko pelayanan kesehatan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. Posko tersebut ditempatkan di Markas PMI Kota Yogyakarta dan di kawasan Terminal Giwangan.
Kepala Bagian Pelayanan Markas PMI Kota Yogyakarta, Yuliko Pam Budi, mengatakan posko tersebut akan beroperasi dengan sistem tiga shift setiap hari. Pembagian waktu tugas meliputi shift pagi, siang, dan malam guna memastikan pelayanan tetap berjalan selama 24 jam.
Menurut Yuliko, secara keseluruhan terdapat sekitar 50 personel yang disiapkan untuk bertugas di dua posko tersebut. Namun, jumlah tersebut sebenarnya masih di bawah kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai sekitar 154 personel.
“Keterbatasan personel ini karena banyak relawan yang juga pulang kampung saat Lebaran. Meski begitu, kami tetap memaksimalkan 50 personel yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur relawan PMI, mulai dari Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), hingga anggota Palang Merah Remaja (PMR). Khusus untuk PMR, keterlibatan mereka lebih difokuskan pada kegiatan di markas dan tidak sepenuhnya diterjunkan langsung ke lapangan.
Selain pelayanan di posko Lebaran, PMI Kota Yogyakarta juga akan terlibat dalam pengamanan sejumlah kegiatan masyarakat selama masa libur Hari Raya. Salah satunya adalah pengamanan tradisi budaya Grebeg Syawal yang digelar di kawasan Keraton Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, PMI akan menurunkan sekitar 20 personel yang dibantu relawan dari PMI kecamatan serta dukungan dari berbagai instansi lain seperti pramuka, dinas kesehatan, dan puskesmas. Secara keseluruhan, jumlah personel yang terlibat dalam pengamanan acara tersebut diperkirakan mencapai 80 hingga 90 orang.
Yuliko menjelaskan bahwa persiapan posko Lebaran telah dilakukan sejak jauh hari, mulai dari koordinasi dengan pengelola Terminal Giwangan hingga penyiapan personel yang akan bertugas.
Ia menambahkan, pembatasan jumlah posko dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan relawan agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Daripada memaksakan banyak posko tetapi personelnya tidak mencukupi, kami memilih fokus pada dua titik agar pelayanan bisa lebih maksimal,” katanya.
PMI Kota Yogyakarta juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tetap memperhatikan keselamatan selama perjalanan.
“Yang terpenting tetap menjaga keselamatan selama perjalanan, sehingga bisa sampai di tujuan dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga,” ujarnya. (Aga)

