Danrem 072/Pamungkas Pimpin Upacara Penerimaan Jenazah Prajurit TNI di Sleman

‎FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Lanud Adisutjipto, Sabtu malam (04/04) sekitar pukul 21.38 WIB.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, hadir langsung memimpin prosesi penyambutan jenazah tiga prajurit terbaik bangsa yang gugur dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.

Kehadiran Sultan menjadi simbol penghormatan mendalam dari masyarakat Yogyakarta.

Pesawat angkut militer Lockheed C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara dengan nomor registrasi A-1343 mendarat mulus di landasan.

Saat pintu rampa terbuka, tampak tiga peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih siap diturunkan, disambut dengan sikap hormat seluruh jajaran yang hadir.

Sri Sultan Hamengku Buwono X yang mengenakan batik berdiri di barisan terdepan bersama petinggi TNI-Polri dan keluarga ahli waris.

“Ini adalah bentuk penghormatan tertinggi bagi para prajurit yang telah mengorbankan jiwa raga demi perdamaian dunia,” ujar salah satu pejabat yang hadir dalam prosesi tersebut.

Di area apron, ambulans dari Palang Merah Indonesia DIY dan tim medis militer telah bersiaga.

Puluhan prajurit TNI memberikan penghormatan senjata saat peti jenazah dipindahkan dari pesawat. Isak tangis keluarga pecah ketika iring-iringan jenazah melintas, menambah suasana duka yang begitu mendalam.

‎DANREM PIMPIN UPACARA PENERIMAAN JENAZAH

‎Sementara itu, Komandan Korem 072/Pamungkas, Yuniar Dwi Hantono, memimpin upacara penerimaan dua prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon.

Kedua prajurit tersebut adalah Serka Anumerta M. Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon yang berasal dari Magelang dan Kulon Progo.

“Almarhum telah mengorbankan jiwa raga demi misi kemanusiaan di bawah UNIFIL. Pengorbanan mereka tidak akan pernah dilupakan bangsa dan negara,” tegas Yuniar Dwi Hantono.

Prosesi selanjutnya, jenazah akan dimakamkan secara militer di kampung halaman masing-masing, disertai penghormatan penuh sebagai pahlawan bangsa yang gugur dalam tugas. (andriyani)