Cegah Dehidrasi Saat Puasa, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tekankan Pentingnya Pola Hidrasi Seimbang
FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA — Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk menjaga asupan cairan tubuh selama waktu berbuka puasa guna mencegah dehidrasi selama Ramadan. Imbauan tersebut disampaikan melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang digencarkan kepada publik.
Dalam materi edukasi yang disampaikan, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya memantau status hidrasi tubuh secara mandiri. Salah satu indikator yang dapat diperhatikan adalah warna dan jumlah urin. Urin yang berwarna pekat dan keluar dalam jumlah sedikit disebut sebagai tanda awal dehidrasi.
Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih saat berbuka hingga sahur. Selain air putih, cairan lain seperti susu, jus, air kelapa, dan infused water juga dapat menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.
Dinkes juga menyarankan konsumsi sayur berkuah serta buah-buahan yang mengandung kadar air tinggi, seperti semangka, pir, apel, jeruk, dan melon, sebagai bagian dari pola makan berbuka yang seimbang.
Sebaliknya, masyarakat diminta membatasi minuman bersifat diuretik seperti kopi dan teh berkafein karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan tubuh. Konsumsi makanan tinggi garam juga perlu dikurangi karena dapat memicu rasa haus berlebihan saat berpuasa.
Imbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kekurangan cairan, terutama di tengah aktivitas masyarakat yang tetap berlangsung selama Ramadan.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berharap masyarakat lebih memperhatikan pola konsumsi saat berbuka dan sahur agar kondisi tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan terhindar dari risiko dehidrasi yang dapat memengaruhi kesehatan serta produktivitas. (Aga)

