Perkuat Jejak Global, Dosen FST UWM Didorong Tingkatkan Publikasi dan Kolaborasi

FAJARLAMPUNG.COM, ‎Sleman – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta terus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah dan rekam jejak digital akademisi melalui sharing session bertajuk “Improving Academic Visibility and Integrity Through Scholarly Social Media Platforms” yang digelar di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Pambiji, Rabu (10/6).

Kegiatan ini diikuti dosen serta mahasiswa dari Program Studi Arsitektur, Teknik Industri, dan Teknologi Pangan.

Dekan FST UWM, Eman Darmawan, S.T.P., M.P., menegaskan pentingnya adaptasi digital di kalangan akademisi.

Ia mengatakan hasil riset tidak boleh berhenti di ruang kelas atau laboratorium.

“Dosen dan mahasiswa harus mampu menyebarluaskan hasil penelitian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan visibilitas akademik menjadi kebutuhan penting di era digital saat ini.

Pada kesempatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Nurul Huda menjelaskan bahwa academic visibility bukan sekadar mengejar popularitas.

“Academic Visibility adalah strategi agar karya ilmiah dapat ditemukan, dibaca, dan disitasi oleh komunitas global,” katanya.

Ia menambahkan, “Akademisi yang memiliki profil digital terverifikasi akan lebih mudah dikenali oleh peneliti dunia.

Namun, visibilitas ini harus berjalan beriringan dengan Academic Integrity.”

Diskusi berlangsung interaktif ketika mahasiswa Nikita Andini Putri menanyakan peluang publikasi internasional bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan biaya.

Menanggapi hal itu, Assoc. Prof. Dr. Nurul Huda menegaskan bahwa biaya bukan satu-satunya faktor penentu.

“Banyak jurnal internasional bereputasi tinggi yang tidak memungut biaya publikasi atau no article processing charge,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kualitas naskah dan ketepatan substansi tetap menjadi faktor utama untuk lolos publikasi.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P. mengangkat isu penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan artikel ilmiah.

Menjawab pertanyaan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Nurul Huda menegaskan bahwa AI dapat digunakan secara bijak sebagai alat bantu.

“AI diperbolehkan sebatas sebagai tools untuk membantu struktur bahasa atau pengolahan data awal,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa “orisinalitas ide dan kepatuhan terhadap aturan akademik tetap menjadi tanggung jawab utama penulis.”

Selain penguatan integritas akademik, peserta juga mendapatkan panduan praktis mengelola platform seperti Google Scholar, Scopus, ResearchGate, dan ORCID.

Pembicara menekankan pentingnya konsistensi identitas akademik di seluruh platform.

Melalui kegiatan ini, FST UWM berkomitmen meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat internasional.

“Kami ingin karya-karya akademik dari UWM tidak hanya unggul dan inovatif, tetapi juga diakui dunia dengan tetap menjunjung tinggi integritas akademik,” tegasnya.(WAW)