Pemprov Banten dan Kasepuhan Cisungsang Bersinergi Lestarikan Tradisi Seren Taun 2026

FAJARLAMPUNG.COM, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Kasepuhan Cisungsang memperkuat sinergi dalam mempersiapkan penyelenggaraan Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2026 yang akan digelar pada September mendatang. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan agenda budaya yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 berjalan sukses.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan, dukungan penyelenggaraan Seren Taun sejalan dengan upaya pelestarian budaya dan penghormatan terhadap masyarakat adat sebagai pemilik tradisi.

“Pemprov Banten berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2026. Dukungan yang diberikan tidak hanya untuk menyukseskan acara, tetapi juga untuk memastikan nilai-nilai adat, kearifan lokal, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga,” ujar Deden usai menggelar rapat koordinasi strategis antara Pemerintah Provinsi Banten dan perwakilan Kasepuhan Cisungsang di Ruang Rapat Sekda Provinsi Banten, Gedung Sekretariat Daerah (Setda), Kota Serang, Selasa (9/6/2026).

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Pemprov Banten dan Kasepuhan Cisungsang menyepakati sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan Seren Taun 2026.

Pemprov Banten menurut Deden berkomitmen meningkatkan kualitas akses jalan menuju lokasi kegiatan agar terhubung dengan ruas jalan beton yang telah tersedia. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terkait akan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama pelaksanaan acara.

Dari sisi fasilitas pendukung, akan dibangun toilet umum di kawasan menindaklanjuti kebutuhan penyediaan saluran air bersih melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait. Pemprov Banten juga akan memberikan dukungan promosi dan publikasi melalui berbagai kanal komunikasi, baik media sosial, media cetak, maupun media luar ruang.

Selain itu, Deden mengatakan, sebagai bentuk penghormatan terhadap autentisitas budaya lokal, jamuan bagi tamu dan pejabat selama pelaksanaan Seren Taun akan mengutamakan kuliner khas masyarakat setempat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Deden juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata budaya dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan harus dilaksanakan tanpa mendorong eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

Selain itu, Seren Taun 2026 juga akan menghadirkan festival gastronomi lokal yang melibatkan peran aktif Perempuan Adat Kasepuhan Cisungsang. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian kuliner tradisional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat adat kepada khalayak yang lebih luas.

“Seluruh pihak sepakat bahwa kolaborasi yang dibangun bukan sekadar persiapan teknis sebuah acara budaya, melainkan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga warisan budaya yang berkelanjutan,” kata Deden.

Seren Taun merupakan ritual adat agraris tahunan masyarakat Kasepuhan Cisungsang sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus doa untuk musim tanam berikutnya. Perhelatan ini telah ditetapkan sebagai salah satu agenda budaya prioritas nasional dalam Karisma Event Nusantara (KEN).

Sumber : Adpim