UMY Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda melalui Permainan Edukatif
FAJARLAMPUNG.COM, Pesatnya perkembangan teknologi finansial dan ekonomi digital menuntut generasi muda memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan sejak dini. Namun, bagi sebagian besar pelajar tingkat sekolah menengah atas, konsep investasi dan teori ekonomi masih dianggap rumit, abstrak, dan kurang menarik.
Merespons tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dipimpin oleh Dosen Program Studi Ekonomi, Ecky Imamul Muttaqin, S.E., M.A., menghadirkan inovasi pembelajaran ekonomi yang interaktif melalui media _flash card game._ Program ini dilaksanakan di dua sekolah, yakni SMA Negeri 1 Gamping, Kabupaten Sleman, dan SMA Negeri 2 Bantul.
Melalui program bertajuk “Model Pembelajaran Ekonomi dan Bisnis dengan _Media Flash Card_ Permainan”, tim pengabdian UMY berupaya menghadirkan suasana belajar yang lebih partisipatif dan menyenangkan. Media flash card yang digunakan dirancang secara khusus untuk menyederhanakan berbagai konsep ekonomi yang kompleks melalui pendekatan visual dan permainan edukatif.
Ketua Tim Pengabdian UMY, Ecky Imamul Muttaqin, menjelaskan bahwa literasi keuangan dan ekonomi tidak akan efektif jika hanya diajarkan melalui metode hafalan dan ceramah satu arah.
“Generasi muda saat ini membutuhkan pengalaman belajar yang partisipatif. Penggunaan media pembelajaran berbasis permainan _(flash card game)_ terbukti efektif karena mampu menyederhanakan konsep-konsep ekonomi yang teoretis menjadi materi yang lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa SMA,” ujarnya, Kamis (4/6).
_Belajar Ekonomi dengan Cara yang Menyenangkan_
Di kedua sekolah tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai konsep ekonomi penting, mulai dari mekanisme pasar dan pembentukan harga, inflasi, kebijakan moneter, investasi yang aman bagi pelajar, ekonomi digital, hingga pengenalan ekonomi syariah.
Setiap kartu flash card dilengkapi dengan istilah ekonomi, ilustrasi visual yang menarik, serta contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan ini membantu peserta memahami konsep ekonomi secara lebih kontekstual dan aplikatif.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas berubah menjadi lebih dinamis melalui berbagai aktivitas permainan edukatif, seperti diskusi kelompok, kuis kompetitif, dan _battle quiz._ Siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta bekerja sama dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan.
Menurut Ecky, metode pembelajaran berbasis permainan tidak hanya meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu serta minat mereka terhadap berbagai isu ekonomi yang berkembang di masyarakat.
“Melalui pendekatan yang lebih santai dan kompetitif, siswa menjadi lebih antusias untuk memahami persoalan ekonomi, baik dalam lingkup mikro maupun makro. Ini menjadi langkah awal yang penting untuk membangun literasi keuangan sejak usia sekolah,” tambahnya.
Melalui program pengabdian yang dilaksanakan di Sleman dan Bantul tersebut, UMY menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berpusat pada siswa (student-centered learning).
Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dengan meningkatnya literasi keuangan sejak bangku sekolah, diharapkan generasi muda mampu mengelola keuangan secara lebih bijak, terhindar dari perilaku konsumtif yang berlebihan, serta mampu mengambil keputusan keuangan dan investasi yang bertanggung jawab di masa depan. (lsi)
Sumber : Humas Umy

