Rumah Warga Sleman Dilanda Api Misterius Puluhan Kali, BPBD Libatkan Tim Ahli

‎FAJARLAMPUNG.COM, SLEMAN – Fenomena api misterius yang terus muncul di rumah milik Agus Yani, warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, hingga kini masih menjadi teka-teki.

Hingga akhir Mei 2026, sedikitnya 46 kali titik api muncul dan membakar berbagai barang di dalam rumah. Peristiwa yang berlangsung lebih dari sepekan itu mengundang perhatian warga, aparat, pemerintah daerah, hingga kalangan akademisi.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengungkap penyebab kemunculan api. Sebelumnya, Tim Gegana Polda DIY menemukan dugaan adanya kebocoran gas metana di sekitar lokasi.

“Keluarga sudah menjalankan berbagai rekomendasi yang diberikan, termasuk memperbaiki septic tank dan mengurangi sumber yang diduga memicu akumulasi gas,” demikian informasi yang disampaikan dalam proses penanganan kasus tersebut.

Namun, meski langkah mitigasi dilakukan, api tetap muncul di sejumlah titik berbeda.

Kejadian itu semakin memunculkan tanda tanya karena benda yang terbakar sangat beragam. Mulai dari pakaian, handuk, tikar, furnitur hingga barang-barang mudah terbakar lainnya dilaporkan menjadi sasaran kemunculan api.

Yang mengherankan, beberapa benda hanya terbakar pada bagian tertentu, sementara bagian lain tetap utuh tanpa tersentuh kobaran api.

‎BUKAN DARI GAS METANA

Guru Besar Ilmu Manajemen Kebencanaan Geologi UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Eko Teguh Paripurno, menilai ada sejumlah kejanggalan apabila seluruh fenomena tersebut hanya dijelaskan oleh keberadaan gas metana.

“Kalau sumbernya berpindah-pindah, menurut hemat saya itu tidak berasal dari metana seperti yang saya sebutkan,” tegas Prof. Eko.

Menurutnya, secara ilmiah gas metana harus memiliki sumber yang jelas dan biasanya api muncul pada lokasi yang relatif tetap sesuai jalur keluarnya gas.

Prof. Eko juga menjelaskan bahwa gas metana tidak dapat terbakar dengan sendirinya.

“Harus ada sumber panas atau pemicu yang menyebabkan gas tersebut menyala,” ujarnya.

Karena itu, salah satu pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab adalah dari mana sumber panas yang mampu memicu kemunculan api di berbagai titik berbeda dalam rumah tersebut.

Sementara itu, BPBD Sleman terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak.

Selain menggandeng UPN Veteran Yogyakarta, BPBD berencana melibatkan ahli dari UGM, Basarnas, dan Hiswana Migas untuk menelusuri kemungkinan adanya sumber gas bumi, jalur gas bawah tanah, maupun faktor lain yang belum teridentifikasi.

Hingga kini keluarga Agus Yani masih mengungsi demi keselamatan. Meski telah diteliti aparat, BPBD, dan sejumlah ahli, penyebab pasti kemunculan api misterius yang telah terjadi 46 kali itu masih belum berhasil diungkap.(waw)