Menteri Ekraf Dorong Penguatan Ekosistem Ilustrasi dan IP Lokal lewat JICAF 2026
FAJARLAMPUNG.COM, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, membahas potensi kolaborasi penguatan ekosistem ilustrasi dan seni visual Indonesia dengan penyelenggara Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026. Menteri Ekraf mengatakan ilustrasi memiliki potensi besar sebagai medium pengembangan Intellectual Property atau IP yang dapat terhubung dengan subsektor lain.
“Negara-negara yang ekonomi kreatifnya maju selalu memiliki akar budaya yang kuat. Indonesia juga punya kekayaan budaya yang besar dan itu bisa diterjemahkan menjadi karya kreatif yang relevan secara global melalui ilustrasi, desain, dan IP lokal,” ujar Menteri Ekraf saat audiensi di Autograph Tower, Jakarta, Kamis (7/5).
Menteri Ekraf mengatakan pengembangan ekosistem ilustrasi itu bisa mulai dari pengembangan talenta kreatif, perluasan jejaring internasional, penguatan IP, hingga akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor ilustrasi. Dari penguatan itu, ilustrasi sangat terbuka untuk berhubungan dengan subsektor lain seperti film, musik, gim, animasi, fesyen, hingga produk merchandise.
Menteri Ekraf menjelaskan pemerintah saat ini terus membangun fondasi ekosistem ekonomi kreatif melalui penguatan akses pasar, perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan talenta, serta perluasan akses pembiayaan. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu menghadirkan IP Valuator untuk membantu penilaian karya berbasis kekayaan intelektual agar memiliki nilai ekonomi yang lebih terukur dan dapat terhubung dengan lembaga pembiayaan.
“Kita ingin pelaku ekonomi kreatif, termasuk ilustrator, memiliki peluang untuk berkembang dan naik kelas. Karena itu ekosistemnya harus dibangun bersama, mulai dari kurasi, promosi, komersialisasi IP, sampai akses pendanaan,” katanya.
Menteri Ekraf juga menyambut baik peluang sinergi bersama JICAF 2026 melalui pelibatan ilustrator binaan Kementerian Ekraf dalam pameran, fasilitasi promosi kepada jejaring kementerian dan mitra internasional, hingga pengembangan program inkubasi dan bootcamp bagi ilustrator muda. Selain itu, dalam pertemuan tersebut turut dibahas peluang sinergi JICAF dengan rangkaian ‘Oktober Kreasi’ menuju Hari Ekonomi Kreatif Nasional dan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
Dalam audiensi tersebut, Co-Founder & Strategy Director JICAF, Andi Sadha, memaparkan perkembangan industri ilustrasi Indonesia yang kini semakin terhubung dengan budaya populer global dan industri kreatif lintas sektor. Menurutnya, ilustrasi tidak lagi hanya dipandang sebagai karya visual, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari pengembangan IP dan identitas budaya.
“Ilustrasi sekarang berkembang menjadi bagian dari cultural movement. Karya ilustrator Indonesia sudah masuk ke kolaborasi global, mulai dari musik, gim, merchandise, hingga brand internasional,” ujar Andi.
JICAF merupakan pameran tahunan seni ilustrasi terbesar di Indonesia yang mempertemukan seniman, kolektor, pelaku industri kreatif, dan publik dari dalam maupun luar negeri. Diselenggarakan sejak 2023, JICAF 2026 akan berlangsung pada 17 September hingga 4 Oktober 2026 dengan menghadirkan ilustrator terpilih dari berbagai negara. Tahun ini, JICAF menerima sekitar 800 proposal dari 27 negara yang akan dikurasi menjadi 100 peserta pameran.
Dalam paparannya, tim JICAF juga menyampaikan sejumlah rencana kolaborasi bersama Kementerian Ekraf, antara lain pembangunan IP Pavilion untuk menampilkan karya ilustrator Indonesia siap lisensi, penyelenggaraan business matching dengan pelaku industri dan calon mitra internasional, serta penguatan akses pasar melalui jejaring ilustrasi Asia Tenggara dan negara mitra.
Andi Sadha juga mengatakan pihaknya ingin menjadikan JICAF sebagai ruang penghubung antara ilustrator dengan pasar, investor, dan industri kreatif global.
“Kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi ilustrator Indonesia agar karya mereka tidak hanya dikenal, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar internasional,” tambah Andi.
Menutup audiensi tersebut, Menteri Ekraf meminta agar potensi kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan JICAF segera ditindaklanjuti secara teknis agar dukungan terhadap ilustrator Indonesia dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan ekosistem ilustrasi perlu dilakukan secara kolektif melalui kolaborasi antara komunitas, industri, pemerintah, hingga mitra internasional agar dampaknya semakin luas bagi pelaku ekonomi kreatif.(lsi)
Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

