Kulon Progo Dorong Penguatan Ekosistem Seni Rupa Melalui Workshop

‎FAJARLAMPUNG.COM, Kulon Progo Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) menggelar Workshop Seni Rupa sebagai langkah konkret mendorong geliat perupa lokal.
‎
‎Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan lembaga penggiat seni dalam rangka memperkuat ekosistem seni rupa di wilayah tersebut.
‎
“Ini bentuk komitmen kami menghadirkan ruang ekspresi dan apresiasi bagi para perupa,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Kulon Progo.
‎
Workshop tersebut dilaksanakan pada Kamis (23/4/2026) di Cagar Budaya Bulurejo, Pengasih, sebagai rangkaian pre event menuju Pameran Seni Rupa tahunan.
‎
‎Acara ini menghadirkan narasumber kompeten seperti Dr. Suwarno Wisetrotomo, Anang Saptoto, serta R. Suryo Hardihandoyo (Yoyock Suryo), dengan moderator Drs. Samsuri Nugroho.
‎
Diskusi berlangsung dinamis, membahas arah perkembangan seni rupa Kulon Progo ke depan.
‎
“Workshop ini adalah manifestasi sinergi multipihak dalam memajukan seni rupa di Bumi Menoreh,” ungkap salah satu narasumber.
‎
Dalam pemaparannya, Yoyock Suryo mengibaratkan ekosistem seni rupa Kulon Progo sebagai “dinamo mekanik” yang menghasilkan energi kreatif.
‎
“Dinamo itu adalah para perupa, kelompok seni, dan kantong-kantong seni yang saling bersinergi hingga memunculkan energi berupa karya visual,” jelasnya.
‎
Ia menekankan pentingnya kolaborasi agar potensi besar tersebut bisa terus berkembang.
‎
Namun, ia juga menyoroti perlunya peran “generator” yang mampu mengelola energi tersebut secara sistematis.
‎
“Generator itu perlu memiliki algoritma, program yang terstruktur dari ide sampai karya nyata. Dalam hal ini, Dewan Kebudayaan berperan sebagai penggeraknya,” tegas Yoyock.
‎
Ia menilai dukungan kebijakan dan anggaran menjadi kunci agar seni rupa tidak tertinggal dari sektor seni lainnya.
‎
Yoyock turut menyinggung persoalan fasilitas ruang pamer yang dinilai masih menjadi tantangan bagi seniman.
‎
“Kalau tempat pamer berbayar dan memberatkan, ini harus jadi perhatian. Jangan sampai seni rupa kalah berkembang,” ujarnya.
‎
Ia berharap ada kebijakan yang berpihak, termasuk kemungkinan keringanan hingga gratis bagi seniman, agar geliat seni rupa Kulon Progo semakin hidup dan berkelanjutan.