350 Jamaah Padati Pengajian Kamis Kliwonan RCC, Dakwah Wayang Jadi Sorotan

FAJARLAMPUNG.COM, SLEMAN – Suasana khidmat bercampur antusiasme menyelimuti pendopo Cepit, kediaman Lurah Condongcatur, saat pengajian rutin Malam Kamis Kliwonan digelar oleh Reno Candra Centre (RCC), Rabu (22/4/2026) malam.

Lebih dari 350 jamaah memadati lokasi, mengikuti rangkaian acara yang memadukan spiritualitas, kritik sosial, dan pelestarian budaya.

Pengajian rutin ini telah berlangsung sejak 2015, tepat setelah Reno Candra Sangaji menjabat sebagai Lurah Condongcatur.

“Kegiatan ini bukan sekadar pengajian, tapi juga sarana komunikasi langsung antara pemerintah kalurahan dengan masyarakat,” ujar Reno dalam sambutannya, menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan pesan sosial kepada warga.

Rangkaian acara diawali dengan mujahadah yang dipimpin Mbah Kyai Muhammad Naim dari Selomartani, Kalasan, Sleman. Lantunan doa dan dzikir menggema, menciptakan suasana tenang sebelum memasuki sesi inti.

Penampilan grup hadroh dari berbagai wilayah, termasuk Nuruttajdid Tegalturi, turut memeriahkan malam dengan lantunan sholawat yang rancak.

Puncak acara menghadirkan tausiyah unik dari Ustadz A.T Maulana atau dikenal sebagai Dai Patroli.

Ia menggunakan media wayang sebagai sarana dakwah, menyampaikan kritik sosial secara jenaka namun tajam.

“Dakwah melalui media wayang ini adalah upaya kita mendekatkan agama dengan budaya. Masalah seperti judi dan miras bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi tanggung jawab iman kita,” tegasnya di sela pertunjukan.

Dalam lakon yang dibawakan, ia mengangkat isu peredaran miras, judi, hingga pentingnya pertobatan melalui kisah tokoh-tokoh yang menemukan jalan pulang.

“Dengan bahasa ringan dan visual yang akrab, pesan agama lebih mudah diterima tanpa menggurui,” tambahnya.

Pengajian yang berakhir menjelang tengah malam itu meninggalkan kesan mendalam, sekaligus menjadi inspirasi model dakwah baru yang menyentuh semua kalangan. (andriyani)